DPD Perjuangkan Amandemen V
Klaim Sudah Didikung Mayoritas Senator
Senin, 28 Maret 2011 – 23:07 WIB

DPD Perjuangkan Amandemen V
JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman menyatakan, amandemen kelima konstitusi merupakan misi utama DPD periode lalu yang dilanjutkan periode kini. Karenanya, pimpinan dan anggota DPD mendukung naskah perubahan kelima Undang-Undang Dasar Tahun 1945 (UUD 1945), rumusan Kelompok DPD di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
“Amandemen misi utama kita, periode lalu dan kini. Kita menjaga momentumnya, jangan redup, karena amandemen keniscayaan untuk memperbaiki sistem, agar tahun 2014 nanti bangsa dan negara kita take off,” ujar Irman Gusman, saat konsultasi Kelompok DPD di MPR dengan pimpinan DPD, di gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/3).
Baca Juga:
selain Ketua DPD, konsultasi juga dihadiri dua wakil ketua DPD, Gusti Kanjeng Ratu Hemas dan Laode Ida serta Ketua Kelompok DPD di MPR Bambang Soeroso dan jajarannya serta Sekretaris Jenderal DPD Siti Nurbaya Bakar.
Irman melanjutkan, pimpinan dan anggota DPD mengintensifkan sosialisasi naskah amandemen konstitusi kepada fraksi-fraksi MPR, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), partai-partai politik, organisasi kemasyarakatan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat (LSM), tokoh dan ahli, juga Presiden, Wakil Presiden, beserta menteri-menterinya. “Apalagi, Muhammadiyah dan NU sudah menyatakan dukungannya.”
JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman menyatakan, amandemen kelima konstitusi merupakan misi utama DPD periode lalu yang dilanjutkan
BERITA TERKAIT
- Ibas Ajak Semua Kader Demokrat Buat Program untuk Kesejahteraan Rakyat
- Ahli Kepemiluan Usul Ambang Batas Maksimal 50 Persen di Pilpres dan Pilkada
- Bahlil Digugat ke Mahkamah Golkar Gegara Ganti Ketua DPR Papua Barat Daya Tanpa Prosedur
- Soedeson Soroti Eksekusi Rumah Warga di Bekasi, Penegak Hukum Diduga Langgar Prosedur
- Polemik Band Sukatani soal Lagu Bayar Polisi, Dewi Juliani: Itu Kritik yang Harus Diterima
- Pakar Sebut Gap Politis Bikin Prabowo & Megawati Sulit Bertemu