DPR: Hukuman Mati Kepada Hiu Bersaudara tidak Tepat
Jumat, 07 Juni 2013 – 15:01 WIB

DPR: Hukuman Mati Kepada Hiu Bersaudara tidak Tepat
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IX DPR, Irgan Chairul Mahfiz menilai ancaman hukuman mati kepada Frans Hiu (22) dan Frully Hiu (20), kakak beradik asal Kota Pontianak, Kalimantan Barat, yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia, tidak tepat. Pasalnya mereka melindungi rumah majikannya di Malaysia.
Menurut Irgan, kalau pembantu rumah tangga (PRT) membunuh pencuri di rumah majikan, hal itu merupakan upaya membela secara total atas tugasnya sebagai PRT di rumah majikan sendiri.
"Harusnya ini menjadi hitungan penegak hukum di Malaysia, bahwa kedua PRT tersebut adalah upaya pembelaan yang tidak bisa dipersalahkan, sehingga ancaman hukuman mati sungguh tidak tepat," kata Irgan saat dihubungi, Jumat (7/6).
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu meminta pihak kedutaan besar Republik Indonesia (KBRI) segera lakukan pendampingan agar kedua terhukum bisa bebas dari hukuman mati.
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IX DPR, Irgan Chairul Mahfiz menilai ancaman hukuman mati kepada Frans Hiu (22) dan Frully Hiu (20), kakak beradik asal
BERITA TERKAIT
- Bamus Betawi Berpartisipasi dalam Kegiatan Internasional Malaysia Madani
- Level Up Peradi: UU Desain Industri Sudah Kedaluwarsa, Harus Direvisi
- Soal Polemik THR Mitra, Pakar: Tuntutan Populis yang Kontradiktif dengan Regulasi
- Evie Yulin Bakal Menjadi Ketua IPMG Mulai April Ini
- Wakil Ketua MPR Sebut Dukungan Semua Pihak Bantu Kearifan Lokal Tumbuh Berkelanjutan
- ExxonMobil Jadi Mitra Strategis Industri Pertambangan