DPR Kecewa dengan RS Milik BUMN, Ibu Fathema Kena Semprot

"BUMM harusnya didepan dalam hal-hal pengawasan, membuat aktivasi platform, bagaimana memberikan obat gratis, jangan sama swasta kerja sama nya kemana BUMN?," tegas Politikus PDIP itu.
Evita juga menilai apa yang disampaikan oleh Direktur Utama Pertamedika IHC Fathema Djan Rachmat tidak menunjukkan kerja nyata.
Sebelumnya, dalam rapat tersebut Direktur Utama Pertamedika IHC Fathema Djan Rachmat menyampaikan bahwa PT Pertamina Bina Medika (Pertamedika) Indonesia Healthcare Corporation (IHC) tengah membangun rumah sakit modular di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, yang akan difungsikan sebagai tempat perawatan pasien Covid-19.
RS modular tersebut nantinya memiliki 500 tempat tidur dan ditargetkan rampung dalam waktu empat pekan ke depan.
"Yang akan kami bangun bersama-sama nantinya ini Pak, 500 bed lagi dengan 200 tempat tidur untuk ICU dan 300 isolasi. Diharapkan 500 bed ini selesai dalam empat minggu," jelas Fathema. (mcr8/jpnn)
Anggota Komisi VI DPR RI Evita Nursanty merasa kecewa dengan penanganan Covid-19 yang dilakukan oleh rumah sakit milik BUMN
Redaktur & Reporter : Kenny Kurnia Putra
- Komisi VI DPR Apresiasi Langkah Strategis Telkom Perkuat Ekosistem Data Center Indonesia
- Legislator PDIP Minta Kemendag Tarik MinyaKita yang Tak Sesuai Takaran
- Soal Lagu Bayar Bayar Bayar, GPA Ungkit Peran Polisi Saat Banjir & Penanganan Covid-19
- Masyarakat Melayu Batam Harap Panja DPR Wujudkan Solusi Konkret
- Ingin Jadikan Batam Pusat Investasi, Komisi VI DPR Bentuk Panja
- Isu COVID & Lab Wuhan Mencuat Lagi, China Gercep Membela Diri