DPR Kedatangan APNI, Bang Ara Tegaskan Komitmen Jokowi

Legislator PDI Perjuangan yang dikenal getol mengampanyekan Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 itu menegaskan, tidak boleh ada diskriminasi dalam usaha yang justru memukul pengusaha nasional. Ara justru mempersoalkan adanya kebijakan yang berbeda di antara kementerian dalam persoalan pertambangan.
“Ini bisa membuat pengusaha kita bangkrut. Belum lagi saya dengar akan ada kehilangan pendapatan negara yang begitu besar karena kebijakan itu,” katanya.
Meski demikian Ara meyakini Presiden Jokowi tetap berkomitmen besar dalam memajukan pengusaha nasional. “Yang saya tahu Presiden Jokowi ingin memajukan pengusaha dalam negeri atau pengusaha nasional,” ucapnya.
Terpisah, pengamat pertambangan dari Center for Indonesian Resources Strategic Studies (CIRUS) Budi Santoso menyayangkan rencana pemerintah mempercepat larangan ekspor bijih nikel dari semula pada 2022. Menurutnya, kebijakan itu justru memunculkan kesan pemerintah mau menguntungkan kelompok tertentu.
“Pemerintah seharusnya melakukan evaluasi permasalahan yang dihadapi pengusaha nasional untuk mewujudkan hilirisasi. Kebijakan ini telah gagal pada tenggat waktu yang ditetapkan yakni 2014, 2017 dan pada 2022 juga berpotensi gagal,” ulasnya.(ant/jpnn)
Para pengusaha pertambangan yang tergabung dalam Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) mendatangi gedung DPR RI untuk menyampaikan keberatan atas rencana pemerintah di bidang tata niaga nikel.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- 20 Ribu Guru di Sejumlah Daerah Ini Segera Menerima Kunci Rumah Subsidi
- Pro dan Kontra Soal Usulan Revisi Tarif Royalti Komoditas Mineral
- FINI Menolak Wacana Kenaikan Royalti Nikel, Soroti Dampak Ekonomi
- Kementerian ESDM Sebut Smelter Ceria Group Membanggakan, Begini Penjelasannya
- Bea Cukai Ternate Kawal Ekspor Perdana 600,4 Metrik ton Nikel Cathode ke 3 Negara
- Menteri Ara Siap jika Kena Reshuffle Kabinet