DPR: Kerugian BUMN Jangan Digeneralisir

Sedangkan yang lainnya, kata Darmadi, kerugian mungkin diakibatkan terjadinya persoalan salah kelola, dugaan praktik korupsi direksi.
Selain itu ada karena faktor penugasan pemerintah, persoalan eksternal atau risiko bisnis, tekanan global serta faktor faktor lain.
"Intinya DPR harus memanggil BUMN-BUMN tersebut untuk dikllarifikasi dulu baru bisa tahu penyebabnya. Nah tugas DPR memanggil mereka untuk diklarifiaksi, dicari akar permasalahan kemudian baru DPR ikut serta memberikan saran perbaikan," paparnya.
Karenanya, dia mengingatkan jangan terlalu cepat memvonis sebelum melakukan klarifikasi.
"Cari tahu akar permasalahannya dan kasih solusi. Kalau direksinya tidak mampu baru diganti direksinya," kata politikus PDI Perjuangan itu.
Sebelumnya, Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro mengungkapkan, sebanyak 26 perusahaan BUMN mengalami kerugian senilai Rp 3,8 triliun pada triwulan pertama 2017.(boy/jpnn)
Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto mengingatkan anggota dewan lainnya agar tidak menggeneralisir berlebihan terkait kerugian yang dialami 26
Redaktur & Reporter : Boy
- Perjalanan Gemilang 62 Tahun TASPEN: Ini Sederet Inovasi dan Transformasi Layanan
- Kehadiran Rumah Layak Huni di Karawang Jadi Bukti Kepedulian Peruri
- Top! TASPEN Berhasil Masuk Jajaran Tempat Kerja Terbaik di Indonesia versi LinkedIn
- TASPEN Raih Penghargaan Employees Choice di Ajang 6th Indonesia Best 50 CEO Award
- TASPEN Imbau Seluruh Peserta Lindungi Data Pribadi dengan Segera Lakukan Ini
- Laris, Posko Arus Balik PTPN IV PalmCo Tol Pekanbaru-Dumai Diserbu Pemudik