DPR Khawatirkan Sistem Referendum Bagi Calon Tunggal
jpnn.com - JAKARTA - Wakil Ketua Komsii II DPR, Lukman Edy mengkhawatirkan referendum pemilihan kepala daeran (Pilkada) serentak dengan calon tunggal usai keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Lukman mengatakan, kekhawatiran tersebut terjadi ketika praktik cara referendum akan mendorong masyarakat terbiasa dengan pola itu. Sehingga berdampak politik pada tuntutan referendum di persoalan yang lain.
"Kalau sudah terbiasa referendum, jangan-jangan nanti bisa menyentuh soal disintegrasi. Ketika hubungan pusat dan daerah memburuk, bisa jadi daerah akan menuntut referendum kepada pusat, karena secara teknis sudah biasa dilakukan. Apa MK dan KPU memikirkan juga implikasi ini?" kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu di gedung DPR Jakarta, Selasa (13/10).
Karena itu, komisi II mengkritisi tata cara referendum, yakni menyerahkan keterpilihan pasangan calon tunggal dalam Pilkada serentak kepada masyarakat atas dasar persetujuan.
"Komisi II mengkritisi soal tata cara referendum dalam pemilihan pasangan calon tunggal dalam pilkada 2015 ini. Walaupun secara eksplisit dinyatakan calon tunggal mempunyai hak untuk dipilih, tetapi komisi II lebih cenderung kalau pemilihan dengan cara calon melawan bumbung kosong," pungkas Lukman. (fat/jpnn)
JAKARTA - Wakil Ketua Komsii II DPR, Lukman Edy mengkhawatirkan referendum pemilihan kepala daeran (Pilkada) serentak dengan calon tunggal usai keluarnya
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Pemberantasan Korupsi 2025, Sahroni: Fokus di Pengembalian Kerugian Negara
- Malam Tahun Baru, Mardiono Kumpul Bersama Anak Yatim Piatu di Tangerang
- Anggap Kenaikan PPN 12 Persen Prorakyat, Marwan Cik Asan: Ini Keputusan Tepat
- Haidar Alwi Kritik Riset OCCRP yang Jadikan Jokowi Finalis Pemimpin Terkorup 2024
- Musda Golkar Jatim 2025 jadi Momentum Anak Muda Memimpin
- PPN 12 Persen untuk Barang Mewah Bukti Prabowo Melindungi Kepentingan Rakyat Kecil