DPR Nilai Banyak Kejanggalan dalam Kasus Hiu Bersaudara
Jumat, 07 Juni 2013 – 15:56 WIB

DPR Nilai Banyak Kejanggalan dalam Kasus Hiu Bersaudara
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IX DPR, Nova Riyanti Yusuf alias Noriyu mengatakan, pihaknya telah menerima pengaduan dari keluarga Frans Hiu (22) dan Frully Hiu (20), kakak beradik asal Kota Pontianak, Kalimantan Barat, yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.
Pengaduan itu disampaikan sekitar bulan Oktober 2012 lalu dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU). Saat itu menurut Noriyu, Komisi IX mendapatkan penjelasan berbagai kejanggalan yang terjadi di dalam penanganan kasus tersebut.
"Di antaranya adalah kedua TKI hanya melakukan upaya bela diri terhadap upaya pencurian yang dilakukan oleh sang korban dan ada keterangan dari pengacara sang TKI bahwa si korban meninggal karena over dosis, bukan karena dicekik," kata Noriyu di Jakarta, Jumat (7/6).
Karena itu, kata Noriyu, Komisi IX perlu segera meminta pemerintah terutama menteri luar negeri, menteri tenaga kerja dan transmigrasi dan Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur menyampaikan laporan secara tertulis mengenai perkembangan kasus Hiu bersaudara. "Sejauh mana serta seefektif apa upaya pemerintah untuk membantunya," ucapnya.
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IX DPR, Nova Riyanti Yusuf alias Noriyu mengatakan, pihaknya telah menerima pengaduan dari keluarga Frans Hiu (22) dan
BERITA TERKAIT
- Kemenag: 1 Ramadan 1446 H Jatuh pada Sabtu 1 Maret 2025
- Menjelang Ramadan, Polda Jabar Sidak Harga Pangan di Pasar Ciroyom Bandung, Begini Hasilnya
- Komitmen Kapolri dan Panglima TNI Tindak Oknum Penyerang Polresta Tarakan Diapresiasi
- Tepis Anggapan Oplos BBM, Pertamina Beri Penjelasan ke Badan Perlindungan Konsumen
- Tarif Tol dan Harga Tiket Pesawat Bakal Turun Menjelang 2 Hari Raya Besar, Siap-Siap!
- Retret Kepala Daerah Dilaporkan ke KPK, Soroti Dugaan Konflik Kepentingan PT Lembah Tidar