DPR Sebut China Mitra Strategis Bagi Parlemen ASEAN

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Puteri Anetta Komarudin mengatakan Republik of China merupakan mitra strategis yang tepat bagi parlemen anggota ASEAN Inter Parliamentary Assembly (AIPA).
Hal itu disampiakan Puteri seusai memimpin dialog antara delegasi AIPA dengan Perlemenen Republik Rakyat Tiongkok (China) selaku negara obseerver di Sidang Umum AIPA ke-44, Selasa (7/8).
Dalam dialog, para delegasi mengatakan berbagai pembangunan yang dilakukan China sesuai dengan apa yang dibutuhkan.
“Misalnya, negara-negara yang dilewati sungai Mekong, mereka menyatakan jembatan yang dibangun oleh Tiongkok itu mampu meningkatkan konektivitas sehingga kerja sama bisa lebih optimal lagi,” ungkapnya.
Untuk itu, dibukanya dialog ini, diharapkan kerja sama antar parlemen dengan negara observer bisa terus terjalin baik.
“Pascapandemi banyak negara yang kesulitan untuk kembali dan dalam forum parlemen China mengatakan terbuka untuk melalukan dialog terutama dengan negara yang terganbung dalam regional group. Menurutnya (Tiongkok) AIPA adalah forum yang positif dalam melalukan diskusi,” ungkapnya.
Anggota BKSAP DPR RI Krisdayanti menyampaikan, Indonesia dan China sepakat untuk fokus pada kerja sama penelitian dan pengembangan di bidang industri pemuliaan tanaman dan budi daya laut serta transfer ilmu dan pengalaman untuk pembangunan Ibukota Negara (IKN) Nusantara.
Kemudian, Kedua negara juga sepakat untuk menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) peningkatan kerja sama Indonesia-Tiongkok, 'Dua Negara, Taman Kembar'.
Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Puteri Anetta Komarudin mengatakan Republik of China merupakan mitra strategis.
- Ini Respons Dasco atas Kebijakan Trump soal Tarif Impor
- Komisi VI DPR Sidak Jasa Marga, Pastikan Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2025
- Misbakhun Buka-bukaan Data demi Yakinkan Pelaku Pasar di Bursa
- Aksi Tolak RUU TNI Masih Berlangsung, Sejumlah Pedemo Dibawa Sukarelawan Medis
- RUU TNI Disahkan Jadi UU, Sekjen KOPI Kecam Segala Bentuk Aksi Kekerasan yang Mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa
- DPR Segera Bahas RKUHAP, Muncul Penegasan Penyidikan Harus Pakai CCTV