DPR Setuju Harga Bensin Rp 4500 dan Solar Rp 4300
Rabu, 10 Desember 2008 – 17:25 WIB
JAKARTA - Parlemen mendukung rencana pemerintah menurunkan harga bensin dan solar awal Januari mendatang. DPR bahkan berjanji meluluskan bila pemerintah berniat mengembalikan harga BBM bersubsidi ke level sebelum dinaikkan 27,5 persen pada 24 Mei lalu. Dari sisi anggaran, kata Suharso, penetapan harga premium Rp 4.500 per liter dan solar Rp 4.300 per liter tidak masalah. Dengan asumsi kurs Rp 11 ribu per USD dan harga minyak mentah USD 40 per barel, total subsidi yang ditanggung pemerintah hanya sekitar Rp 26 triliun. Bahkan, bila harga premium hanya turun ke level Rp 5.000 per liter, beban subsidi BBM di APBN 2009 hanya berkisar Rp 5 triliun. "Padahal, alokasi subsidi BBM di APBN 2009 mencapai Rp 57 triliun," papar sekretaris Fraksi PPP DPR itu.
"Syaratnya, harga minyak mentah tetap di bawah level USD 40 per barel," ujar Wakil Ketua Panitia Anggaran (Panggar) DPR Suharso Monoarfa dalam diskusi PPP Mendengar di Jakarta, Selasa (9/12).
Baca Juga:
Wakil Ketua Komisi XI DPR itu menilai, harga minyak mentah dunia memberi ruang bagi pemerintah dan parlemen untuk menurunkan harga BBM bersubsidi. Karena itu, bila pemerintah mengusulkan, DPR akan menyetujui penurunan harga premium menjadi Rp 5.000 per liter dan solar Rp 4.300 per liter. "Kalau perlu premium diturunkan menjadi Rp 4.500 per liter," katanya.
Baca Juga:
JAKARTA - Parlemen mendukung rencana pemerintah menurunkan harga bensin dan solar awal Januari mendatang. DPR bahkan berjanji meluluskan bila pemerintah
BERITA TERKAIT
- Kemendes PDT akan Jalankan 12 Rencana Aksi, Salah Satunya Swasembada Pangan
- Ini Upaya Bea Cukai Memperbaiki Pelayanan dan Pengawasan Sepanjang 2020-2024
- InterSystems jadi Solusi Data Terintegrasi & GenAI untuk Institusi Kesehatan Indonesia
- BRI Life & BRI Research Institute Realisasikan Komitmen Membantu UMKM
- Konsistensi Menghadirkan Inovasi, Bank Raya Raih BUMN Award 2024
- Prabowo Bentuk Satgas Hilirisasi dan Ketahanan Energi, Bahlil Ditunjuk Jadi Ketua