DPR Tetap Tolak Rencana TNI Impor Helikopter

jpnn.com - JAKARTA - TNI kembali merencanakan pembelian helikopter AgustaWestland 101 (AW 101). Padahal, rencana yang sama pernah ditolak Presiden Jokowi dan DPR pada Desember 2015 silam.
TNI berkilah bahwa rencana pembelian heli tersebut bukan untuk alat angkut VVIP seperti yang dulu pernah dikecam publik. Namun kali ini adalah untuk angkutan militer.
Rencana itupun kini kembali menuai kritikan. Pasalnya, menurut Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari, rencana itu belum pernah dibahas dalam rapat kerja sebelumnya.
”Nah ini yang kami nggak tahu, karena di Komisi I kan memang tidak mengerti sampai satuan tiga sehingga kami juga nggak tahu kenapa beli AW 101,” ujar Abdul melalui pesan singkat kepada wartawan, Selasa (27/12).
”Seingat saya tidak ada pembahasan detail mau beli heli angkut atau tempur,” sambungnya.
Saat ditanya apakah dalam rapat kerja bersama Komisi I, Angkatan Udara menyatakan kebutuhan untuk pengangkutan pasukan khususnya dengan menggunakan helikopter, Abdul menjawab tidak ada.
”Setahu saya tidak ada (kebutuhan pengangkutan). Nanti bisa dicek lagi kalau kunjungan ke TNI AU detail pesawatnya,” tandas politisi Partai Keadilan Sejahtera itu.
Senada, Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin mengatakan, DPR telah mengingatkan pemerintah untuk tetap tidak membeli Helikopter AgustaWestland 101 dari pihak luar.
Ketua DPD PDIP Jawa Barat ini mengatakan, saran tersebut sudah disampaikan DPR kepada pemerintah sejak jauh hari.
JAKARTA - TNI kembali merencanakan pembelian helikopter AgustaWestland 101 (AW 101). Padahal, rencana yang sama pernah ditolak Presiden Jokowi dan
- Kebakaran Menghanguskan 18 Rumah Dinas TNI di Aceh
- 5 Berita Terpopuler: Permintaan Kepala BKN Sangat Serius, Pengangkatan PPPK Bakal Tuntas 2025, Ini Buktinya
- Kerja Sama TNI-Unud Disorot, Kolonel Agung Bilang Begini
- TNI AL Siapkan Pasukan dan Alutsista untuk Operasi Kemanusiaan Korban Gempa Bumi di Myanmar
- Muncul Gerakan Kontra UU TNI, Nama Presiden Prabowo Disorot Warganet
- Gelar Perkara Kasus Pembunuhan Juwita Dilakukan Tertutup, Ada Apa?