Drajad Ragukan Pengakuan Sri Mulyani
Tampil Sebagai Saksi Ahli
Kamis, 21 Januari 2010 – 22:09 WIB
Drajad Ragukan Pengakuan Sri Mulyani
JAKARTA - Mantan anggota Komisi XI DPR Drajad Wibowo menyangsikan pengakuan menteri Keuangan Sri Mulyani yang mengaku hanya mengetahui rencana dialirkannya dana talangan (bail out) terhadap Bank Century hanya Rp. 632 miliar. Pasalnya, menurut Drajad, terdapat surat Gubernur Bank Indonesia nomer 10/232/GBI/Rahasia yang ditujukan kepada Menteri Keuangan tertanggal 20 November 2008."Isinya tentang analisis komponen penyelamatan perbankan di saat krisis dengan Giro Wajib Minimum sebesar 2 persen akan butuh Rp632 miliar untuk mencapai Rasio Kecukupan Modal (CAR) delapan persen," ujar Drajad saat memberikan keterangan dihadapan Pansus Century, Kamis (21/1) malam.
Dalam surat tersebut, lanjut Drajad, terdapat lampiran yang menyatakan diperlukannya dana penyelamatan tambahan."Di lampiran ternyata juga disampaikan adanya kebutuhan likuiditas sebesar Rp4,79 triliun untuk menjamin operasional bank tersebut hingga 3 bulan ke depan," Drajad menegaskan.Dengan demikian, total proposal dana talangan tersebut totalnya telah menjadi Rp5,5 triliun.
"Karena surat tersebut dikirim gubernur BI ditujukan ke menkeu, salah apabila Menkeu mengklaim hanya mengetahui dibutuhkan Rp632 miliar untuk penyelamatan. Sehingga pada rapat KSDK saat itu sebetulnya semua anggota KSSK sudah tahu biaya yang diusulkan BI minimal Rp5,5 triliun," jelasnya.
Karena itu, Drajad menyarankan agar Pansus Century mendalami masalah ini lebih serius."Menkeu bisa tidak baca lampiran itu, bisa ada yang mengubah lampiran, bisa baca tapi tidak mengerti, atau juga bisa baca dan mengerti namun terlupa," sindir Drajad.Dirinya menambahkan bahwa untuk masalah syarat ditetapkannya sebuah bank sebagai bank gagal berdampak sistemik, memang serba tidak pasti."Di dunia juga belum ada tolak ukur pasti. Sistemik sangat diragukan," tambahnya.(aj/ara/jpnn)
JAKARTA - Mantan anggota Komisi XI DPR Drajad Wibowo menyangsikan pengakuan menteri Keuangan Sri Mulyani yang mengaku hanya mengetahui rencana dialirkannya
Redaktur & Reporter : Auri Jaya
BERITA TERKAIT
- RS Siloam ASRI Hadirkan Urinary Stone Center, Solusi Mengatasi Batu Saluran Kemih
- Program Diskon 50 Persen Tarif Listrik Masih Berlangsung Hingga Akhir Februari
- BKSDA Telusuri Informasi Kemunculan Harimau di Kerinci
- Saksi Ahli Paparkan Prinsip Kewajaran dalam Gugatan Merek di Sidang Sengketa Minyak Gosok
- Satgas Damai Cartenz Buru Komandan KKB yang Kabur dari Lapas Wamena
- BPKH Limited Perkenalkan Bumbu Khas Indonesia untuk Katering Jemaah Haji di Arab Saudi