Dua Hal Ini Pengaruhi Rupiah Rabu Pagi (31/3), Anjlok 78 Poin Jadi Rp 14.558 Per USD

Ahmad menyebut, imbal hasil obligasi AS kemungkinan akan melanjutkan koreksi dengan menariknya level yield tersebut bagi investor asing.
"Karena ada kekhawatiran gagal bayar atau default kredit beberapa bank besar di AS," ujar dia.
Ahmad mengatakan, indeks USD kemungkinan menguat ke level 93,5 hari ini di tengah kekhawatiran kembali meningkatnya kasus Covid-19 harian di AS dan negara-negara di Eropa.
"USD menjadi alternatif pilihan di tengah ketidakpastian tersebut. Yield US treasury yang kembali naik juga memperkuat USD terhadap mata uang utama dunia lainya," kata Ahmad.
Nilai tukar rupiah terhadap USD dengan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) diperkirakan melemah ke level Rp 14.550 per USD.
Pada Selasa (27/3) lalu, rupiah ditutup melemah 35 poin atau 0,24 persen ke posisi Rp 14.480 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.445 per USD. (antara/jpnn)
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi 78 poin atau 0,54 persen.
Redaktur & Reporter : Elvi Robia
- Makin Anjlok, Kurs Rupiah Tembus Rp 16.588 Per USD
- Breaking News: Investor Frustrasi, Rupiah Tembus Rp 16.620
- Rupiah Hari Ini Menguat Efek Sentimen Negatif kepada USD
- Ekonomi Amerika Serikat Melambat, Rupiah Hari Ini Menguat
- Efek The Fed, Kurs Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat
- BI Banten Beberkan Ciri-Ciri Uang Palsu, Masyarakat Harus Waspada