Dua Korban Meninggal Diduga setelah Pesta Arak

Zain menuturkan, pihaknya menggerebek tempat yang disebutkan pada Jumat sore (28/12). Eh, petugas malah mendapati dua pria sedang mengisap sabu-sabu (SS) di ruang tamu. Mereka adalah Dedy Kuswandoko, 38, dan Ahmad Syahidan, 36. ''Di halaman belakang rumah itu juga ditemukan peralatan yang dipakai membuat miras,'' paparnya.
Dedy menyatakan sudah enam bulan menjalankan usaha miras oplosan itu. Dia membeli arak sebagai bahan baku dari Jatirogo, Tuban. Miras tersebut selanjutnya dioplos dengan beragam campuran. Di lokasi, petugas menemukan setengah jeriken cairan yang dipakai untuk mengoplos arak. Komposisinya berasal dari fermentasi ketan.
''Jadi, miras yang dijual kembali adalah hasil sulingan secara manual,'' kata alumnus Akpol 1997 yang akan mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Kombespol itu.
Dedy menyebut masih mencari formula terbaik untuk miras oplosannya. Dia belajar secara otodidak. Bahan baku arak didapat dari kenalan lamanya saat menjadi sopir truk. ''Baru coba-coba,'' katanya. ''Dua bulan terakhir pakai campuran fermentasi,'' imbuhnya. Penjualan miras oplosan itu belum keluar dari Kota Delta. Masih di Sukodono, Tulangan, Krian, dan Balongbendo. (edi/c22/ai)
Fenomena kematian tersebut membuat warga desa geger keesokan harinya. Kematian Bima dan Parkan menjadi perbincangan
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Bea Cukai Cegah Arak Ilegal Sebanyak Ini Beredar di Kediri, Begini Kronologinya
- Warga Rejang Lebong Diminta Setop Produksi Tuak dan Arak
- Bea Cukai Jember dan Satpol PP Sita MMEA Ilegal dari Sebuah Toko, Segini Banyaknya
- Gubernur Koster: Tidak Boleh Kendur dan Sontoloyo, Kalau Lemas Minum Arak atau Tuak
- Truk Bermuatan Pakan Ternak Terbalik, Polisi Malah Temukan Ratusan Botol Minuman Keras, Tuh Lihat
- 7 Pemuda di Karawang Pesta Miras Selama 2 Hari, 4 Orang di Antaranya Tewas