Dua Pegawai BPK Ditangkap Terkait Kasus Pemerasan, Lihat Tampangnya
jpnn.com, BEKASI - Penyidik dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi menangkap dua oknum pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat (Jabar) yang diduga melakukan pemerasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Kepala Kejari Kabupaten Bekasi Ricky Setiawan Anas mengatakan pihaknya menerima informasi dugaan pemerasan itu pada Selasa (29/3) lalu.
Penyidik Kejari Kabupaten Bekasi langsung melakukan penyelidikan yang berujung penangkapan dua pegawai BPK berinisial APS dan HF.
Tim penyidik kemudian menggeledah kamar yang dihuni dua pelaku tersebut di Apartemen Oakwood, Cikarang Selatan.
"Penyidik menemukan uang tunai dalam satu buah tas ransel warna hitam pecahan lima puluh dan seratus ribu di kamar HF berjumlah Rp 350 juta," kata Ricky, Kamis (31/3).
Seusai ditangkap, kedua pelaku langsung dibawa ke kantor Kejari Kabupaten Bekasi.
"Kami langsung membawa keduanya ke Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi untuk proses lebih lanjut," ujar Ricky.
Turut diketahui, kasus itu berawal saat BPK Perwakilan Jawa Barat mendapati temuan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi dan RSUD Cabangbungin yang berujung pemerasan.
Penyidik dari Kejari Kabupaten Bekasi menangkap dua oknum pegawai BPK Perwakilan Jabar yang diduga memeras di lingkungan Pemkab Bekasi, simak selengkapnya.
- Info Terkini dari Kombes Radjo Soal Kasus Pemerasan yang Dilakukan Eks Kasat Reskrim AKBP Bintoro
- IPW: Bukan Rp 20 Miliar, Sebegini Duit yang Mengalir ke AKBP Bintoro
- Polisi Terlibat Kasus Pemerasan Penonton DWP Kini Berjumlah 32 Orang
- Kepala Disnakertrans Sumsel Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Izin K3
- 2 Polisi Kembali Dihukum Demosi di Kasus Pemerasan Penonton DWP
- Jubir MA: Kerugian Negara di Kasus Korupsi Harus Nyata, Bukan Sebatas Potensi