Dua Pekerja RDMP Kilang Minyak Balikpapan Mengaku Dianiaya Atasan, Polisi Diminta Tindak Tegas

Ketiga orang itu tak lain adalah PK dan CH. Sementara satunya lagi atasannya berwarga negara Indonesia.
"Saya diminta datang ke rumahnya YN. Sesampainya saya di sana, YN terlihat ketakutan dan terdapat berkas bermaterai di depannya. Enggak lama saya diseret keluar sama WNA Korea ini," ungkapnya.
WNA Korea Selatan yang menyeret Sugeng keluar dari dalam Rumah YN itu adalah CH.
Sugeng menerima penganiayaan, kepalanya dibenturkan ke pagar rumah.
Sugeng menahan benturan itu, hingga mengakibatkan tangannya mengalami luka gores.
Sugeng menduga tindakan CH melakukan penganiayaan, karena dirinya dianggap ikut campur dalam permasalahan YN.
Tak terima mendapatkan perlakuan tersebut, Sugeng turut melayangkan laporan ke Polresta Balikpapan.
"Sudah saya laporkan juga. Tadi saya dipanggil lagi di PPA (Unit Perlindungan Perempuan dan Anak). Saya tadi diminta keterangan juga sebagai saksi atas kasus penganiayaan yang dialami YN," terang Sugeng.
Dua pekerja RDMP Kilang Minyak Balikpapan mengaku menjadi korban penganiayaan. Keduanya pun melaporkan kejadian yang menimpanya ke polisi
- Pria di Blitar Bacok Mantan Istri
- Angka Kecelakaan Mudik Turun, Anggota Komisi III Minta Semua Pihak Optimalkan Pelayanan
- Tujuh Napi Kabur dari Lapas Sorong, Polisi Bentuk Tim Buru Pelaku
- Pelaku Pencurian di Taman Budaya Sulbar Ditangkap Polisi
- 1 Pemuda Tewas Dikeroyok saat Idulfitri di Maluku Tengah, Ini Langkah Polisi
- Motif Sejumlah Remaja Aniaya Panitia Salat Id Selayar Sulsel