Dua Pemeriksaan Ini Dibutuhkan Meski Sudah Negatif Covid-19
jpnn.com, JAKARTA - Relawan Covid 19 dr. Muhamad Fajri Adda'i mengatakan idealnya semua pasien Covid-19 melakukan pemeriksaan darah dan thorax meski sudah dinyatakan negatif.
Kendati demikian, dengan situasi yang tidak memungkinkan seperti sekarang ini, hal tersebut sulit dilakukan.
Terlebih, dengan kendala akses kesehatan yang terbatas dan biaya yang cukup mahal.
"Sebenarnya kalau untuk idealnya iya. Karena ada sebagian, pada orang yang tidak bergejala pun, memang pasti ada bercak putih, atau terjadi peradangan infeksi di paru padahal dia enggak bergejala," ujar Fajri di Jakarta, Sabtu (10/7).
Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada itu mengatakan rontgen berguna untuk pemeriksaan lanjutan bila ada gejala lain usai melakukan karantina selama 14 hari.
Menurut Fajri, ahli medis akan melakukan tata laksana pengobatan jika terdapat indikasi yang tidak seharusnya.
"Itu untuk membantu menegakkan diagnosis dan yang namanya dokter melakukan pemeriksaan itu berdasarkan cerita dulu, terus pemeriksaan fisik, baru rontgen dan pemeriksaan penunjang, salah satunya swab," kata Fajri.
Praktisi klinik itu menyebutkan selain rontgen, pasien Covid-19 idealnya juga melakukan pemeriksaan darah, apalagi jika orang tersebut memiliki penyakit bawaan seperti jantung, pembekuan darah, hingga gangguan ginjal.
Ada dua pemeriksaan yang idealnya dilakukan oleh pasien Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh atau negatif.
- Pandemi Resmi Jadi Endemi, Pasien Covid-19 Ditanggung BPJS Kesehatan
- PPKM Dicabut Jokowi, Bagaimana Biaya untuk Pasien Covid-19?
- Malaysia Inginkan Pemilu Tanpa Pembatasan Covid-19, Pasien Boleh ke TPS
- Sektor Kesehatan Menjanjikan, Siloam Terus Melanjutkan Ekspansi
- Varian Siluman
- PPKM di Jakarta Berubah Level dalam Waktu Singkat, Anies Bilang Begini