Dugaan Eksploitasi Pekerja di Industri Berbasis Aplikasi Australia

Situasi yang cukup tak aman
Menteri Hubungan Industrial Victoria, Natalie Hutchins, mengatakan beberapa bisnis menggunakan kontrak palsu untuk menghindari pembayaran upah minimum, cuti tahunan, cuti sakit dan pensiun.
Para pekerja juga berjuang untuk mendapatkan bantuan ketika terluka dalam pekerjaan
"Sayangnya, ada terlalu banyak contoh eksploitasi pekerja dan juga para pekerja yang menghadapi situasi yang tidak aman, terutama ketika mereka menggunakan jalanan kami," kata Hutchins.
Penyelidikan ini akan memeriksa tuduhan dan penentuan mengenai pengaturan kontrak dan apakah pengaturan ini digunakan untuk menghindari undang-undang tempat kerja dan kewajiban hukum lainnya di negara bagian Victoria.
"Kami ingin memastikan bahwa pekerjaan-pekerjaan itu dibangun bebas dari eksploitasi tenaga kerja," kata sang Menteri.
Hutchins mengatakan industri besar berikutnya yang akan ditinjau adalah orang-orang yang membeli dan mengirim bahan makanan dari supermarket ke rumah-rumah.
Penyelidikan ini diharapkan dapat memberikan laporan akhir kepada Pemerintah pada akhir 2019, dan akan mendengar opini publik, termasuk masukan pekerja dan bisnis.
Terbuka dan fleksibel
Uber mengatakan bahwa orang-orang yang menjadi kurir dengan menggunakan aplikasi Uber Eats atau menawarkan tumpangan menggunakan aplikasi Uber adalah kontraktor independen.
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia
- Dunia Hari Ini: Katy Perry Ikut Misi Luar Angkasa yang Semua Awaknya Perempuan
- Dunia Hari Ini: Demi Bunuh Trump, Remaja di Amerika Habisi Kedua Orang Tuanya