Dugaan Pemerasan Atut, KPK Periksa Tiga Orang Saksi

jpnn.com - JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelusuri kasus dugaan pemerasan dalam perkara alat kesehatan (alkes) Dinas Provinsi Banten tahun anggaran 2011-2013 yang menjerat Gubernur Banten nonaktif Ratu Atut Chosiyah. Oleh karena itu mereka memanggil tiga orang saksi dalam kasus tersebut.
Tiga orang saksi yang diperiksa adalah ibu rumah tangga Dessy Anita Andriyanthy dan dua pihak swasta bernama Ahmad Hedian alias Oki serta Ani Yunita.
"Mereka diperiksa sebagai saksi," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha ketika dikonfirmasi, Rabu (17/9).
Dalam kasus dugaan pemerasan, Atut disangka melanggar Pasal 12 huruf e atau Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 5 ayat (2) atau Pasal 11 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Pasal 12 huruf e memuat aturan mengenai dugaan pemerasan. Sedangkan, pasal-pasal lainnya yang disangka kepada Atut mengatur soal penerimaan suap.
Atut juga ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan sarana dan prasarana alat kesehatan Provinsi Banten Tahun Anggaran 2011-2013. Dalam kasus itu KPK juga menjadikan adik Atut, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan sebagai tersangka. Mereka diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (gil/jpnn)
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelusuri kasus dugaan pemerasan dalam perkara alat kesehatan (alkes) Dinas Provinsi Banten tahun
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- BPJS Kesehatan Jamin Layanan Kesehatan Komprehensif Bagi Ibu Hamil
- Hujan Deras, Jalan Soetta - Gedebage Bandung Banjir, Kendaraan Tak Bergerak
- ASDP Catat Trafik Arus Balik Lebaran 2025 Meningkat Tajam, Sebegini Jumlahnya
- 12 Orang Tewas dalam Bentrok Pilkada Puncak Jaya, KKB Terlibat
- Kaget Dengar Pernyataan Hasan Nasbi, Felix Siauw: Ini Gila, Pantas Dipecat
- Prabowo Terima Ucapan Idulfitri 1446 H dari Pemimpin Negara Sahabat