Duh...Nasib Hotel Melati di Bali

Karyawan bagian front office pada Hotel Dewata Indah, I Wayan Suma Winata, 45, mengakui, hotel itu sudah sejak lama kesulitan mencari tamu.
Itu terjadi karena banyaknya muncul hotel-hotel baru yang tidak terkendali. Baik di wilayah Denpasar, maupun daerah lainnya seperti Badung, dan Gianyar, yang saat ini terkenal dengan daerah wisatanya.
Banyak tamu domestik yang dulunya langganan di Hotel Dewata Indah, beralih ke hotel lain, yang lebih baru dan mampu memberi servis lebih memuaskan. Tamunya itu pun sebagian besar tamu rombongan, yang dibawa oleh travel agent yang itu-itu saja. Untuk itu memang dituntut untuk lebih cerdik bersiasat dalam menghadapi persaingan.
“Tamu perorangan lebih banyak ke Kuta, atau hotel melati di Denpasar yang bisa memberi servis lebih. Dengan harga murah. Sekarang harus bisa menjaga travel agent. Kalau tidak begitu, semakin ditinggal,” tandasnya.
Kondisi sudah sangat tidak sehat. Sangat mungkin terjadi banting harga kamar, yang secara perlahan akan membuat hotel melati yang tak kuat bersaing harga, bangkrut.
Manajer operasional Hotel Puri Kedaton, Budi Kurniawan, mengatakan, mMelihat persaingan ke depan yang semakin ketat, menuntutnya untuk lebih inovatif memberi servis tamu. (*pit/sam/jpnn)
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara