Duh..UU Pilkada Baru Bikin Syarat Calon Independen Makin Ketat

jpnn.com - JAKARTA - Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Nurhidayat Syarbini menilai kehadiran UU Pilkada yang baru saja disahkan DPR dapat menyebabkan dinamika cukup menarik dalam kancah politik ibu kota. Sebab, memuat ketentuan-ketentuan mengenai jalur perseorangan yang sangat ketat sekali.
"Posisi calon perseorangan menarik juga kalau dikaitkan dengan Pilkada DKI Jakarta yang diwarnai dengan kehadiran petahana dari jalur perseorangan," kata Nurhidayat, Jumat (3/6).
Pertama, ujar Nurhidayat, berdasarkan undang-undang tersebut harus dipisahkan antara tim kampanye dengan relawan. Dua komponen ini diwajibkan untuk didaftarkan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.
Selain itu, fotokopi KTP dukungan yang tidak memenuhi standar KPU akan tidak diakui. Artinya, tidak sah dukungan warga terhadap calon perseorangan.
"Uniknya, semua harus diverifikasi, verifikasinya bukan sekedar sample, tetapi sensus. Artinya harus benar-benar ada identitasnya, ada nomor NIK-nya," tegas dia.
Artinya, harus dilakukan verifikasi administrasi dengan meneliti dan mencocokkan NIK, nama, jenis kelamin dan tanggal lahir berdasarkan data KTP elektronik atau berdasar surat keterangan yang dikeluarkan dinas kependidikan atau catatan sipil.
"Kedua berdasarkan DPT pemilu terakhir dari Kemendagri dan ketiga, klarifikasi DPT dimaksud harus berdasarkan metode sensus dengan menemui langsung setiap pendukung pasangan calon," pungkasnya.(fas/jpnn)
JAKARTA - Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Nurhidayat Syarbini menilai kehadiran UU Pilkada yang baru saja disahkan DPR dapat
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Ibas Ajak Semua Kader Demokrat Buat Program untuk Kesejahteraan Rakyat
- Ahli Kepemiluan Usul Ambang Batas Maksimal 50 Persen di Pilpres dan Pilkada
- Bahlil Digugat ke Mahkamah Golkar Gegara Ganti Ketua DPR Papua Barat Daya Tanpa Prosedur
- Soedeson Soroti Eksekusi Rumah Warga di Bekasi, Penegak Hukum Diduga Langgar Prosedur
- Polemik Band Sukatani soal Lagu Bayar Polisi, Dewi Juliani: Itu Kritik yang Harus Diterima
- Pakar Sebut Gap Politis Bikin Prabowo & Megawati Sulit Bertemu