Dukung Industri Kesehatan, Fujifilm Hadirkan Teknologi AI

jpnn.com, JAKARTA - Perusahaan di bidang fotografi, Fujifilm memadukan kecanggihan teknologi di bidang pembuatan film dengan industri kesehatan.
Presiden Direktur Fujifilm Indonesia, Masato Yamamoto mengatakan, teknologi layanan pemeriksaan kesehatan berkualitas akan memudahkan tugas tenaga kesehatan dalam mendiagnosa penyakit.
“Harapan kami, setiap orang dapat menerima perawatan medis berkualitas tinggi,” tutur Masato Yamamoto, dalam keterangannya, Kamis (29/12).
Sejarah Fujifilm dalam dunia kesehatan telah merentang dalam kurun waktu yang panjang. Pada 1936, mereka telah memulai penjualan film sinar-X.
Perusahaan ini juga melebarkan sayap bisnis di bidang diagnostik melalui Pesawat Sinar X Radiologi Diagnostik, sistem ultrasound, endoskopi, sistem diagnostik in vitro, CT, MRI, hingga PACS.
Saat ini Fujifilm memperluas layanan melalui pemanfaatan kecerdasan buatan atau teknologi AI.
"Kebutuhan akan teknologi AI makin tinggi dalam pengembangan produk yang memenuhi kebutuhan industri perawatan kesehatan," ujar Yamamoto.
Dalam mengembangkan teknologi AI di bidang medis, Fujifilm berkolaborasi mengembangkan penelitian bersama banyak pihak.
Saat ini Fujifilm memperluas layanan melalui pemanfaatan kecerdasan buatan atau teknologi AI di indutri kesehatan.
- Google Memperkenalkan Gemini 2.5, Diklaim Paling Cerdas
- Mendunia, Herco Digital Raih Penghargaan di Asia Tenggara
- Korika dan Kemenkes Memanfaatkan AI dalam Pengendalian Penyakit Menular
- Sebuah Keresahan Tentang Hak Cipta Karya Seni di Tengah Gempuran Teknologi AI
- Bigbox AI dari Telkom: Solusi Data Crawling untuk Bisnis di Era Digital
- G-Schools Indonesia Summit 2025 Ajak Insan Pendidikan Bijak Menggunakan Teknologi AI