Dukung New Normal di Pesantren, Mufti Anam Gelar Rapid Test Massal Santri

Para santri berjajar rapi. Petugas yang memeriksa menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Saat pendataan, para pengurus pesantren juga sudah dilengkapi pelindung dengan masker dan face shield. ”Alhamdulillah, sejauh ini, semua hasilnya nonreaktif," ujar Mufti.
"Para pengajar, pengurus, dan pengasuh pesantren kami lengkapi pelindung wajah (face shield) agar nyaman dan aman saat pembelajaran dimulai ke depan. Sebelumnya kami menyalurkan ribuan masker untuk kalangan santri dan keluarga besarnya,” imbuh politisi muda tersebut.
Selain itu, ada program pemberian berbagai fasilitas penunjang kesehatan seperti ratusan liter hand sanitizer, disinfektan, serta vitamin.
"Tahap selanjutnya kami akan memberikan ratusan set alat makan yang kemudian akan diberi nama masing-masing santri. Jadi santri punya alat makan masing-masing, minimal punya cadangan alat makannya masing-masing, sehingga semua lebih higienis," pungkas Mufti. (*/adk/jpnn)
Yuk, Simak Juga Video ini!
Mufti Anam menilai konsep new normal di lingkungan pesantren wajib mendapat perhatian.
Redaktur & Reporter : Adek
- Hadir Temani Perjalanan Spiritual Ramadan, AQUA Dukung Pesantren Kilat Narasi 2025
- Rustini Muhaimin Menggelar Bakti Sosial saat Bersafari Ramadan ke Gunungkidul
- Pesantren Jalan Cahaya Buka Akses Pendidikan untuk Anak Jalanan
- Pesantren 1.000 Cahaya, Misi Pendidikan Ramadan untuk Anak Yatim dan Disabilitas
- Kerja Sama Polri-PBNU Dinilai Efektif Kurangi Kekerasan di Pesantren
- Raker dengan Menag, HNW Usulkan Sertifikasi Tanah Gratis untuk Madrasah dan Pesantren