Dunia Hari Ini: Jokowi Resmi Berikan Pangkat Jenderal Kehormatan untuk Prabowo

Pasangan ini awalnya menunda pernikahan mereka, tapi karena serangan Israel yang tidak ada akhirnya, keduanya memutuskan untuk menikah.
Namun hanya dua hari setelah menjadi suami-istri, Maryam dan Abdullah tewas dalam serangan udara Israel di Khirbet al Adas, dekat kota Rafah di Gaza selatan.
"Putri saya telah meninggal sebagai seorang martir, itu wajar saja. Namun, saya perlu melihat mayatnya dan memeluknya, menciumnya selamat tinggal," kata Abed, ayah Maryam.
Akankah Jepang kekurangan penduduk di masa depan?
Jumlah bayi yang lahir di Jepang terus menurun dalam delapan tahun terakhir dan mencapai rekor terendah baru di tahun lalu, menurut data resmi yang dikeluarkan pemerintah Jepang, Selasa kemarin.
Jumlah kelahiran turun 5,1 persen dari tahun sebelumnya menjadi 758.631, sementara jumlah perkawinan turun 5,9 persen menjadi 489.281, yang juga jadi pertama kalinya dalam 90 tahun jumlah perkawinan di bawah 500.000.
Juru bicara pemerintah Jepang mengatakan pemerintah akan mengambil langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya, untuk mengatasi penurunan angka kelahiran, seperti memperluas layanan perawatan anak dan mendorong kenaikan upah bagi pekerja muda.
Populasi Jepang kemungkinan akan menurun sekitar 30 persen menjadi 87 juta pada tahun 2070, dengan empat dari setiap 10 orang akan berusia 65 tahun atau lebih, menurut perkiraan Institut Nasional Penelitian Kependudukan dan Jaminan Sosial di Jepang.
Aturan larangan rokok di Selandia Baru
Pemerintahan Selandia Baru menegaskan akan membatalkan undang-undang yang tadinya akan jadi yang paling ketat di dunia.
Presiden Joko Widodo menaikkan pangkat Prabowo Subianto menjadi jenderal kehormatan bintang empat, namun tolok ukur dari promosi ini dipertanyakan oleh pakar
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Didit Hediprasetyo Jadi Kekuatan Tak Terduga Milik Prabowo
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- Surya Paloh: Kenapa Kami Tidak Ada di Kabinet Rezim Prabowo?
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen