Dunia Hari Ini: Pengacara Australia Masuk Daftar Delapan Aktivis yang Dicari Polisi Hong Kong

Inilah sejumlah berita internasional pilihan yang mewarnai perkembangan dunia dalam 24 jam terakhir.
Kami merangkumkannya untuk Anda dalam Dunia Hari, edisi Selasa, 4 Juli 2023.
Kejar aktivis, Polisi Hong Kong tawarkan imbalan uang
Seorang warga Australia termasuk dalam delapan aktivis yang tinggal di luar negeri, yang dituduh oleh polisi Hong Kong telah membahayakan keamanan nasional.
Warga Australia tersebut adalah Kevin Yim, pengacara yang tinggal di Melbourne, sementara tujuh orang lainnya adalah aktivis pro-demokrasi Nathan Law, Anna Kwok, Finn Lau, mantan anggota parlemen Dennis Kwok dan Ted Hui, pegiat serikat pekerja Mung Siu-tat, dan komentator di media sosial Yuan Gong-yi.
Polisi Hong Kong sudah mengeluarkan selebaran dan hadiah sebesar HK$1 juta (hampir Rp2 miliar) bagi mereka yang bisa memberikan keterangan bagi penangkapan mereka. Semua aktivis ini tinggal di luar negeri, termasuk di Australia, Inggris, dan Amerika Serikat.
“Mereka mendorong sanksi untuk menghancurkan Hong Kong dan melakukan intimidasi terhadap pejabat,” kata Steve Li, pejabat kepolisian Hong Kong dalam jumpa pers hari Senin (03/07).
Kerusuhan berlanjut, polisi tahan setidaknya 160 orang di Prancis
Pihak berwenang di Prancis telah menahan lebih dari 160 orang hari Senin (03/07) malam terkait kerusuhan yang sudah berlangsung selama enam hari, buntut kematian seorang remaja pria di tangan polisi.
Jumlah orang yang ditahan ini turun dari angka 700 orang di malam sebelumnya dan lebih dari 1.300 orang pada Jumat pekan lalu.
Delapan aktivis termasuk seorang pengacara Australia di Melbourne sedang dicari oleh polisi Hong Kong
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi