Dunia Hari Ini: Warga Yahudi Australia Terpukul Dengar Pengakuan Politisi

"Secara sistematis Beijing telah mengikis kebebasan dalam berbagai bidang, semakin membatasi kehidupan warga biasa Hong Kong," kata Menlu Cleverly.
Ia menyebut pihak berwenang Hong Kong terus menindaki kebebasan berbicara, kebebasan pers, dan kebebasan berkumpul sehingga mengakibatkan individu dan kelompok masyarakat sipil menyensor diri sendiri, bahkan sebagian besar media berita independen terpaksa ditutup.
Kedutaan Besar Tiongkok di London tidak segera menanggapi permintaan komentar. Tiongkok sebelumnya lalu menanggapi kritikan serupa dengan menuduh Inggris masih bertindak dengan pola pikir penjajah.
Perjanjian keamanan Australia dengan Papua Nugini
Perdana Menteri Anthony Albanese dan Perdana Menteri James Marape menyatakan komitmen bersama untuk merampungkan negosiasi perjanjian keamanan antara Australia dan Papua Nugini paling lambat akhir April 2023 demi memperluas kerja sama pertahanan dan militer.
Di Port Moresby, PM Albanese berharap dapat menandatangani Pakta Pertahanan pada bulan Juni mendatang, yang akan memperluas pelatihan militer dan latihan bersama, serta berbagi informasi mengenai ancaman dan tantangan strategis.
Kedua pemimpin menepis anggapan jika perjanjian ini dilakukan karena semakin meningkatnya pengaruh Tiongkok di kawasan Pasifik.
PM Marape juga membantah perjanjian pertahanan dengan Australia akan menghalangi Papua Nugini untuk menjajaki perjanjian serupa dengan Tiongkok di masa depan.
"Hubungan PNG [Papua Nugini] - Tiongkok tetap menjadi urusan PNG - Tiongkok. Tiongkok atau negara lain tidak pernah menjadi pertimbangan [dalam pembicaraan dengan Australia], hubungan kami dengan Australia sangat unik dan semua negara lain memahami hal ini," jelasnya.
Warga Yahudi di Australia terpukul setelah mendengar pengakuan Menteri Utama di negara bagian New South Wales dengan ibu kota Sydney
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana