Dunia Industri Sangat Mendambakan Holding Migas

“Satu pintu itu kuncinya. Sekarang tinggal menunggu presiden untuk merealisasikan. Terlebih, sebelumnya holding sudah ada untuk semen, pupuk, dan bahkan perkebunan. Sekarang tinggal holding migas,” ujarnya.
Widjaya tidak sependapat jika PGN harus mengambilalih Pertagas. Justru yang sangat layak adalah Pertagas yang mengambil alih PGN.
“Bukan PGN mengambil alih Pertagas, itu terbalik. Harus ingat bahwa Pertagas adalah anak perusahaan Pertamina," katanya.
Untuk itu, lanjut dia, perhitungan aset juga harus dilihat secara keseluruhan.
"Secara logika, Pertagas yang memiliki usaha dari hulu ke hilir. Sedangkan PGN hilir banget,” kata Widjaya.
Ketua Umum Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) Ali Herman berharap, pembentukan holding migas bisa berpengaruh baik bagi perusahaan listrik swasta.
Sebab, perusahaan listrik swasta merupakan komoditas gas dalam jumlah sangat besar, yang memiliki kontrak jangka panjang. “Pembentukan holding tentu positif. Mudah-mudahan ada pengaruhnya terhadap gas security dan competitiveness dari suplai gas,” kata Ali. (boy/jpnn)
Bagi Kamar Dagang Indonesia (Kadin), holding migas adalah sebuah kebutuhan mendesak dan tidak bisa ditunda lagi
Redaktur & Reporter : Boy
- Perhutani Hadirkan Posko Mudik BUMN 2025 di Pelabuhan Batam & Baubau
- Kadin DKI Gandeng Masjid Istiqlal dan Indosat Ooredoo Berdayakan Ekonomi Umat
- Aset BUMN Tak Cukup Tutupi Utang, Pengamat: Ini Tanda Bahaya Serius
- Gelar Program Mudik Gratis 2025, Bank Mandiri Lepas 8.500 Pemudik dengan 170 Bus
- Kementerian BUMN Lepas Peserta Mudik Gratis dengan 200 Kota Tujuan
- Yusuf Permana Dicopot dari Jajaran Komisaris BNI