E-commerce Bikin Indonesia Digempur Produk Asing

jpnn.com, JAKARTA - Gempuran e-commerce bak dua sisi mata uang bagi industri tanah air. Di satu sisi, e-commerce memudahkan konsumen untuk mendapatkan produk.
Namun, derasnya arus barang impor yang masuk akan menantang keberadaan industri domestik.
Insentif fiskal dan penguatan produk dalam negeri menjadi solusi.
’’E-commerce akan membuat kita mudah diserang produk asing. Namun, di sisi lain akan membuka kita menyerang pasar yang lebih luas. Itu yang harus dimanfaatkan,” ujar Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Shinta Kamdani, Rabu (27/12).
Strategi paling cepat, menurut Shinta, adalah memberikan insentif fiskal kepada pengusaha domestik, khususnya untuk pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penghasilan (PPh).
Selain itu, pemerintah pusat perlu mendorong kepatuhan pemerintah daerah terhadap kebijakan pusat.
”Karena sebenarnya selama ini permasalahan terbesar ada di daerah, khususnya permasalahan izin dan regulasi,” ujarnya.
Dengan adanya e-commerce, Shinta beranggapan bahwa pemeritah harus memanfaatkan guna mendorong industri-industri lokal untuk berinovasi.
Gempuran e-commerce bak dua sisi mata uang bagi industri tanah air. Di satu sisi, e-commerce memudahkan konsumen untuk mendapatkan produk.
- Mengenal World ID, Verifikator Identitas Online yang Aman & Pribadi
- Master Bagasi dan Kemlu RI Perkuat Kolaborasi Nusantara Wave
- Transaksi E-Commerce Tembus Rp 512 Triliun, Pengguna Naik 12 Persen
- Dapat Dukungan Kemendag, Master Bagasi Siap Memperluas Pasar Ekspor Produk Indonesia
- Sempat Jaga Warung Madura, Hidup Ma’e Arik Berubah Setelah Jadi Afiliator
- Somethinc Luncurkan Omega Jelly Deep Cleansing Balm dengan Inovasi Terbaru