E-KTP Bisa untuk Buru Penjahat
Selasa, 17 April 2012 – 08:07 WIB
PALEMBANG – Sumatera Selatan menjadi provinsi pertama yang merampungkan proses perekaman kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Indonesia. Terhadap prestasi ini, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Gamawan Fauzi menyerahkan penghargaan pemerintah pusat atas komitmen dan kerja keras Sumsel menyukseskan program nasional tersebut. E-KTP ini, tegasnya, tidak bisa lagi dipalsukan seperti KTP biasa. Salah satunya dalam e-KTP seharga Rp33 ribu itu, ada chip khusus. Dalam proses perekaman e-KTP ini ditemukan sekitar 90 ribu orang yang mencoba menggandakan identitas diri. ”Mereka coba-coba buat dua kali KTP. Nama, alamat, tempat tanggal lahir hingga wajah dibuat beda. Tapi sidik jari dan rekam mata tidak dapat dikelabuhi.”
Piagam penghargaan itu diserahkan langsung kepada Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, Ketua DPRD Sumsel Wasista Bambang Utoyo dan 15 bupati/wali kota didampingi Ketua DPRD dan Kadisdukcapil se-Sumsel. Acara berlangsung di Griya Agung, kemarin (16/4). Penyerahan penghargaan ini disaksikan rombongan Komisi II DPR RI dipimpin Ganjar Pranowo serta sekitar 300 camat se-Sumsel.
Baca Juga:
Kata Gamawan, ada banyak fungsi e-KTP. Selain administrasi kependudukan juga berguna untuk membantu kerja pihak kepolisian dalam mengindentifikasi pelaku tindak kriminal. “Kalau data penjahat ada di kepolisian. Tapi kalau data calon penjahat, nah itu ada di kita (Kemendagri, red)".
Baca Juga:
PALEMBANG – Sumatera Selatan menjadi provinsi pertama yang merampungkan proses perekaman kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Indonesia.
BERITA TERKAIT
- Edarkan Narkoba di Muara Enim, Pria Ini Akhirnya Ditangkap
- Farhan Upayakan Penerbangan Komersil Bandara Husein Sastranegara Aktif Lagi
- Pak Ihsan Menyinggung Honorer jadi PPPK Paruh Waktu, Minta Tambahan Anggaran
- Prabowo Luncurkan Makan Bergizi Gratis, Pedagang Kantin Sekolah Menangis
- Gantikan Bray Manang, Pak Kumis Lanjutkan Perangi Narkoba di Riau
- Peserta Jaminan Kesehatan Nasional di Jateng-DIY Capai 41,5 Juta Jiwa