Efek Ngantuk, Warga Kesiangan Datang Nyoblos

jpnn.com - DEPOK - Warga yang datang ke TPS untuk nyoblos calon presiden pilihannya rata-rata di atas jam 10-an. Padahal TPS sudah dibuka sejak pukul 07.00 WIB.
Dari pantauan, TPS 49, TPS 50, TPS 51, TPS 52 di Kelurahan Parung Bingung, Kecamatan Pancoran Mas sepi. Sejak pukul 07.00 sampai 10.00 WIB, warga yang datang nyoblos tidak datang sekaligus. Nanti mulai pukul 10.30 WIB, warga mulai ramai berdatangan.
Ketua RT 03/RW 13 Endang mengungkapkan, masih ada waktu beberapa jam bagi warga untuk datang ke TPS.
"Kalau saya lihat ini karena warga ngantuk nonton bola dan efek puasa juga. Tapi saya optimis sampai pukul 13.00 WIB, paling tidak 80 persen warga akan datang mencoblos," ujar Endang yang juga ketua KPPS, Rabu (9/7).
Di RT 03/RW 13 yang punya hak pilih sekitar 300 orang. Hingga pukul 11.00 WIB sudah 200-an warga yang menggunakan hak pilihnya. Demikian juga di RT 05/RW 13 jumlah warganya 300-an orang.
"Di RT 05 sudah 210-an warga yang mencoblos. Memang datangnya satu-satu, tapi tetap akan kita tunggu karena ini momen bersejarah bagi bangsa," terang Haji Budi, ketua RT 05/RW 13.
Sama dengan pernyataan Endang, Haji Budi menduga, belum banyak warga datang nyoblos karena ngantuk.
"Namanya puasa dan ada bola, jadi bisa dimaklumi. Ini kita juga ngantuk semua. Mudah-mudahan sebelum jam 1 siang sudah banyak suara yang diperoleh," tandasnya.(esy/jpnn)
DEPOK - Warga yang datang ke TPS untuk nyoblos calon presiden pilihannya rata-rata di atas jam 10-an. Padahal TPS sudah dibuka sejak pukul 07.00
- Mardiono Lakukan Doa Bersama Untuk Melepas Jemaah Umrah di Kantor DPP PPP
- Irwan Fecho: Kami Meminta Mas AHY Melanjutkan Kepemimpinan di Partai Demokrat
- Soal Band Sukatani, Rampai Nusantara Menilai Kapolri Sangat Terbuka dengan Kritik
- Kawal Amanat Warga Jakarta, KPU Bakal Rilis Buku Janji Kampanye Pramono-Rano
- Golkar Dorong Pemuda Jadi Duta Diplomasi Politik di ASEAN
- Setelah Pelantikan Kepala Daerah, Sultan Wacanakan Gubernur Dipilih Secara Tidak Langsung, Simak Penjelasannya