Efek Temuan Cacing, Usaha Pengalengan Ikan Oleng

jpnn.com, JAKARTA - Kalangan pengusaha ikan kaleng tergoncang dengan adanya temuan BPOM tentang 27 merek produk ikan makerel (mackerel).
Pasalnya, dalam temuan di makanan kaleng terdapat cacing.
Hal ini menyebabkan adanya instruksi penarikan produk tersebut dari pasar dan menggoyangkan usaha pengalengan ikan.
Itu adalah kasus pertama yang mereka alami dan mereka pun meminta ada tindakan bijaksana dari pemerintah.
Ketua Asosiasi Pengalengan Ikan Indonesia (Apiki) Ady Surya menyatakan, selama bertahun-tahun menjalankan bisnis pengalengan ikan, belum pernah ada keluhan ataupun risiko kesehatan akibat konsumsi ikan kalengan tersebut.
"Pertanyaan kami, apakah ini sudah masuk tahap bahaya sehingga harus dimusnahkan?" ujarnya kepada Jawa Pos.
Dalam proses produksi sendiri, ungkap Ady, sudah ada manajemen risiko jika salah satu bahan ikan mengandung cacing.
Karena itu, disiapkan dua lapis proses yang akan memastikan matinya cacing anisakis.
Para pemilik usaha ikan kaleng meminta kebijaksanaan pemerintah atas temuan BPOM karena tak semua produk serupa.
- BPOM Temukan Boraks dalam Kerupuk Gendar saat Inspeksi Takjil di Semarang
- Pakar Sebut Informasi Air Galon Sebabkan Kemandulan Pembodohan Publik
- KKI Temukan 40% Galon Guna Ulang Sudah Berusia di Atas 2 Tahun, Ini Bahayanya
- KKI: 75% Distribusi Galon Guna Ulang Tidak Penuhi Standar Keamanan
- Perlunya Kewaspadaan Soal Kosmetik yang Banyak Dipromosikan di Medsos
- Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Menekraf Dorong BPOM Bantu UMKM Tumbuh