Effendi Simbolon Merespons Rencana Pembaruan Alutsista dari Menhan Prabowo, Begini Kalimatnya

jpnn.com, JAKARTA - Komisi I DPR RI masih menunggu konsep besar dari pembaruan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dicanangkan oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon mengatakan hingga saat ini komisi yang membidangi pertahanan itu belum menerima draf resmi yang dikabarkan akan menelan anggaran hingga Rp 1.760 triliun itu.
"Kami belum menerima secara resmi drafnya, konsepnya. Kami belum membuat sikap," kata Effendi saat dihubungi JPNN.com, Rabu (9/6).
Politikus PDIP itu menjelaskan selain pembaruan alutsista, dia berharap ada kurikulum yang diberikan kepada prajurit TNI yang akan mengoperasionalkan alat tersebut.
"Harus ditopang dengan kurikulum pendidikannya, kesiapan para prajurit mengawaki, kesiapan pangkalannya, dan kesiapan pendukung lainnya," sambung pria kelahiran Banjarmasin, Kalimantan Selatan itu.
Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jakarta III itu mengatakan akan kembali mengundang Menteri Pertahanan dan pihak-pihak terkait lainnya untuk membahas rancangan tersebut.
Dia menyebutkan masih banyak yang perlu diperjelas dalam rancangan anggaran pembaruan alutsista tersebut, di antaranya skema pinjamannya, persyaratan dari pinjaman itu hingga persyaratan pembayaran.
"Undang lagi Menhan dan para kepala staf, Panglima dan pemangku kepentingan dalam hal ini Menkeu dan Bappennas," ungkap Effendi.(mcr8/jpnn)
Jangan Lewatkan Video Terbaru:
Anggota Komisi I DPR yang membidangi pertahanan Effendi Simbolon merespons rencana pembaruan alutsista yang dicanangkan Prabowo Subianto.
Redaktur & Reporter : Kenny Kurnia Putra
- Ini Pesan Megawati untuk Prabowo Lewat Didit
- Megawati Soekarnoputri Titip Salam ke Prabowo Lewat Didit
- Simak Penilaian Gibran tentang Didit Prabowo, Begini
- Lihat yang Dilakukan Gibran saat Mudik ke Solo, Paten!
- TNI AL Siapkan Pasukan dan Alutsista untuk Operasi Kemanusiaan Korban Gempa Bumi di Myanmar
- Didit Jadi Penyambung Hubungan Prabowo Subianto dan Megawati