Ekonom Indef Ingatkan Tantangan Berat Perekonomian 2 Triwulan Mendatang

Eko juga mengingatkan ketidakpastian global terutama perihal geopolitik, seperti perang antara Rusia dengan Ukraina, menambah tantangan perekonomian triwulan III dan IV tahun 2022.
“Belum lagi ditambah provokasi Amerika Serikat (AS) dengan datang ke Taiwan, yakni Ketua DPR-nya (Nancy Pelosi). Singkat cerita, ini menimbulkan ketidakpastian yang lebih tinggi lagi, geopolitik yang memanas tadinya hanya di Eropa sekarang bergeser ke Asia,” ujar dia.
Selain itu, kata Eko, dari sisi agresivitas kenaikan suku bunga acuan The Fed disebut masih bakal berlangsung sampai ada tanda-tanda tekanan inflasi di AS mereda.
Negeri Paman Sam menargetkan agresivitas akan dihentikan jika inflasi AS mencapai dua persen, sementara kini berada di posisi lebih dari sembilan persen.
"Diperkirakan masih ada kenaikan Fed Fund Rate (FFR) yang kemungkinan berimplikasi terhadap volatilitas di sektor keuangan," tegas Eko. (antara/jpnn)
Pemerintah diminta tidak terlena dengan angka perekonomian yang moncer 5,44 persen pada triwulan II 2022.
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul
- Media Asing Sorot Danantara, Dinilai Serius soal Profesionalitas
- Kemudahan Akses Pendanaan bagi Pelaku Ekonomi Kreatif Sedang Dibahas Pemerintah
- Semarak Ramadan, Pelindo Solusi Logistik Berbagi Ribuan Sembako dan Santunan
- Gubernur Herman Deru Minta Pembangunan Infrastruktur Jadi Prioritas
- Nasabah Unggulan PNM Raih Omzet Tiga Kali Lipat saat Ramadan
- Ekonom Asing Sambut Baik Susunan Pengurus Danantara