Ekonomi Indonesia Diyakini Bisa Bertahan di Tengah Perlambatan Global
Selasa, 21 Januari 2020 – 19:48 WIB

Presiden Jokowi ketika bertemu ibu-ibu rumah tangga peserta program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekar) dari PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) di lapangan alun-alun Kota Bekasi, Jabar, Jumat (25/1). Foto: Setpres
Faktor lainnya, program diversifikasi produk energi, seperti kebijakan 30 persen minyak sawit atau B30, produksi di kilang Petrokimia di Tuban, dan energi hijau di Plaju.
Selain itu, Omnibus Law yang rencananya akan ditetapkan sebagai undang-undang pada April 2020, diharapkan membuka keran investasi di Indonesia.
Para diplomat Indonesia, kata dia, juga diharapkan melakukan diplomasi ekonomi di luar negeri, sehingga semakin membuka lebar akses investasi di tanah air. (antara/jpnn)
Pemerintah optimistis ekonomi Indonesia masih bergerak positif, meskipun IMF mengoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi global.
Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha
BERITA TERKAIT
- Pengamat Sebut Peluncuran Danantara jadi Tonggak Baru Ekonomi Indonesia
- Ananta Agung Junaedy: BPI Danantara Menjawab Tantangan Ekonomi Global
- Arsjad Rasjid Mentransformasi Ekonomi Indonesia Lewat Kadin
- Prabowo: Saya Sangat Gembira Perekonomian Kita Terkendali
- Perekonomian Indonesia 2025 Tetap Solid di Tengah Ketidakpastian Global
- Kemendagri Tekankan Pentingnya Perbaikan Sistem Perizinan untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi