Ekonomi tak Menentu, 250 Pekerja Dirumahkan

jpnn.com - TEMANGGUNG – Lima perusahaan besar di Temanggung terpaksa harus meminta karyawan libur. Hal itu dilakukan karena pemesanan barang makin sepi seiring lesunya perekonomian.
Tak kurang dari 250 buruh harus dirumahkan dari perusahaan kayu dalam kurun 1,5 bulan terakhir. Kontrak para pekerja itu memang habis. Namun, perusahaan enggan memperpanjang karena ekonomi tak menentu.
“Keputusan dari perusahaan, mereka tidak memperoleh perpanjangan kontrak. Kemungkinan kalau memang kondisi perekonomian membaik nanti mereka akan dipanggil kembali,” ungkap Kepala Bidang Bimbingan dan Pengawasan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Temanggung, Sutar Widagdo, Jumat (16/10).
Sutar menambahkan, hingga kini belum ada perusahaan yang melakukan PHK terhadap karyawan. Pihaknya sadar dengan keputusan dilematis yang harus diambil perusahaan itu.
Solusi yang akan diambil Disnakertrans adalah dengan melakukan pelatihan kewirausahaan bagi karyawan yang tak lagi bekerja. Dengan begitu, mereka bisa menciptakan lapangan kerja secara mandiri dan tidak lagi bergantung pada panggilan kerja di perusahaan. Hal ini juga diharapkan mengurangi angka pengangguran di Temanggung. (hni/jos/jpnn)
TEMANGGUNG – Lima perusahaan besar di Temanggung terpaksa harus meminta karyawan libur. Hal itu dilakukan karena pemesanan barang makin sepi
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Telkom Lewat IndiBiz Buka Posko Mudik BUMN 2025 di Pelabuhan Ketapang dan Bakauheni
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- Ekonom Ungkap Komoditas yang Bakal Terdampak Kebijakan Tarif Trump
- Harga Pangan Sejumlah Komoditas Stagnan Tinggi
- H+3 Arus Balik Lebaran, KAI Daop 4 Semarang Catat ada 94 Ribu Penumpang
- Analis Sebut Kans Ekonomi Indonesia Alami Perkembangan Progresif