Eks Dirut TVRI Dituntut Tujuh Tahun

Kasus Korupsi Pengadaan Peralatan Siaran

Eks Dirut TVRI Dituntut Tujuh Tahun
Eks Dirut TVRI Dituntut Tujuh Tahun
JAKARTA – Mantan Dirut TVRI Sumita Tobing tampak tertunduk lesu. Perempuan kelahiran 10 Oktober 1946 itu dituntut jaksa penuntut umum (JPU) selama tujuh tahun penjara dalam kasus korupsi pengadaan peralatan bagi stasiun televisi milik pemerintah Rp 5,2 miliar.

Surat tuntutan itu dibacakan JPU Mulyono dalam sidang di PN Jakarta Pusat Selasa (9/12).

Dalam sidang yang dipimpin hakim Panusunan Harahap itu, JPU meminta majelis mewajibkan Sumita membayar denda Rp 250 juta subsider enam bulan kurungan. Sumita juga dibebani uang pengganti korupsi Rp 1,7 miliar. ’’Nilai itu setara dengan kerugian negara yang dinikmatinya,’’ kata JPU Mulyono dalam sidang.

JPU mengurai bahwa kasus korupsi itu berawal saat Sumita secara sepihak menunjuk Endro Utomo sebagai ketua panitia pelelangan dan penilai kewajaran harga pengadaan barang peralatan teknik. Penunjukan tersebut tidak sesuai Surat Keputusan Menkeu Nomor 501/MK.01/UP.11/2001 tanggal 7 September 2001. Seharusnya, penunjukan tersebut melalui direktur administrasi keuangan.

Selanjutnya, pada 7 Januari 2008, terdakwa telah membuat surat keputusan (SK) Dirut TVRI Nomor 02/KEP.I.1/2002 untuk membentuk panitia pelelangan dan penilaian kewajaran harga pengadaan barang teknik dan umum untuk membeli peralatan TVRI yang dananya berasal dari APBN 2002. ’’Terdakwa juga menyetujui permohonan serta hasil pelaksanaan pelelangan untuk pengadaan barang tersebut tanpa persetujuan dari anggota direksi-direksi lain,’’ jelasnya.

JAKARTA – Mantan Dirut TVRI Sumita Tobing tampak tertunduk lesu. Perempuan kelahiran 10 Oktober 1946 itu dituntut jaksa penuntut umum (JPU)

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News