Eksekutor Penembak Pegawai Dishub Makassar Oknum Polisi, Tak Dibayar, Apa Motifnya?

jpnn.com, MAKASSAR - Eksekutor penembak pegawai Dinas Perhubungan Makassar Najamuddin Sewang merupakan oknum polisi.
Eksekutor itu berinisial SL. Meski begitu, Polrestabes Makassar belum memerinci di mana tempat SL bertugas dan berapa lama dia menjadi anggota Polri.
"Sesuai instruksi pimpinan, tidak ada yang kebal hukum dan proses tegas semua yang terlibat," ujar Kapolrestabes Makassar Kombes Budhi Haryanto dalam rilis pengungkapan kasus penembakan, Senin.
"Yang pasti kami tidak pandang bulu, kami profesional dalam menangani setiap perkara. Meski seorang polisi jika terlibat pidana, maka tetap akan berhadapan hukum," katanya.
Kombes Budhi Haryanto menyatakan keinginan SL membantu Muh Iqbal Asnan (MIA) yang tidak lain merupakan Kasatpol PP Makassar untuk menyukseskan misinya melenyapkan korban Najamuddin Sewang karena ikut merasakan sakit.
"Kalau SL ini tidak meminta bayaran, dia sama-sama satu kampung dengan MIA. SL merasa ikut sakit ketika MIA disakiti," ungkapnya.
Dalam perkara itu, polisi telah menetapkan lima orang tersangka yang masing-masing berinisial MIA (Kasatpol PP Makassar), SU, CA, AS, dan SL.
MIA atau Iqbal Asnan sendiri bertindak sebagai otak dari pembunuhan dibantu empat orang lainnya sebagai perencana dan eksekutor.
Oknum polisi itu tidak meminta bayaran dari Kasatpol PP untuk membunuh pegawai Dishub Makassar Najamuddin Sewang.
- Gelar Perkara Kasus Pembunuhan Juwita Dilakukan Tertutup, Ada Apa?
- Keluarga Juwita yang Tewas Diduga Dibunuh Oknum TNI AL Kecewa
- Info Terbaru soal Oknum TNI AL Diduga Membunuh Juwita Jurnalis di Banjarbaru
- Tanpa Belas Kasih HN Bunuh Anak Kandung yang Masih 3 Tahun
- Polda Lampung Ungkap Hasil Forensik Peluru yang Menewaskan 3 Polisi di Lokasi Sabung Ayam
- Respons KSAL soal Kasus Oknum TNI AL Diduga Bunuh Juwita