Ekspedisi Perubahan Dengar Keluhan soal Pendidikan hingga Praktik Ordal saat Safari di Jatim

Aldo juga menyoroti sulitnya lapangan pekerjaan untuk warga Bojonegoro. Dia mengungkap bahwa praktik 'orang dalam' masih terus melanggeng di Kota Ledre.
Banyaknya keluhan dari warga itu membuat Emirio Syarfuan selaku Koordinator Ekspedisi Perubahan, optimistis karena makin banyak anak muda yang peduli dengan daerahnya.
Dia Menegaskan bahwa apa yang mereka sampaikan itu nantinya akan dibahas lebih dalam agar menemukan titik terang.
"Dari diskusi ini, tentu harapan kami nantinya bisa diimplementasikan di kemudian hari. Jelas ini tidak akan kami jadikan sebatas wacana, tetapi ada aksi nyata dan implementasi yang konkrit atas perubahan," tuturnya.
Senada, Rahma Arifa Muhaimin mengapresiasi semangat para warga, khususnya anak muda dalam menghadirkan perubahan agar daerahnya menjadi lebih baik.
Juga pun memastikan bahwa pihaknya akan merumuskan masalah-masalah tersebut supaya mendapat solusi terbaik.
"Dengan adanya kegiatan ini, kami tentu berharap teman-teman dapat menemukan titik terang. Baik itu terkait masalah pernikahan dini, lowongan kerja yang masih sulit, ataupun praktik orang dalam," tutupnya.(*/jpnn,com)
Tim Ekspedisi Perubahan yang dilakukan Ubah Bareng di Jatim mendengar keluhan warga soal pendidikan hingga praktik orang dalam (ordal).
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam
- Genjot Investasi, Prabowo Janji Ciptakan 8 Juta Lapangan Kerja
- Mercy Barends Buka-bukaan soal Kondisi Pendidikan di Daerah 3T
- 3 Warga Bojonegoro Produksi Senjata Api untuk KKB
- Genjot Upaya Kikis Kemiskinan di Jateng, Gubernur Luthfi Gelontorkan Bansos
- Ratusan Santri Dilatih Usaha Boga dan Barista, Gus Yasin: Upaya Penanggulangan Kemiskinan
- Gus Ipul Yakin DTSEN Bisa Percepat Penurunan Kemiskinan