Eksploitasi Buruh Migran di Australia, Ini Sektor-Sektor yang Wajib Diwaspadai


Jenis pekerjaan dengan upah dibawah ketentuan
Ketua Unions NSW, Mark Morey mengatakan survei terhadap iklan lowongan kerja menemukan sektor konstruksi sebagai industri yang paling buruk dalam hal pencurian upah pekerja migran.
Survei itu menyebutkan 97,3 persen pekerjaan konstruksi yang diiklankan dalam bahasa asing menawarkan gaji di bawah upah minimum.
Disusul oleh lowongan kerja 'cleaning service' sebesar 91,8 persen, salon kecantikan 87,9 persen, makanan cepat saji 87,5 persen, pekerja ritel 87,1 persen, perhotelan 87 persen, serta sektor transportasi sebanyak 66,7 persen.
"Yang terjadi sekarang di negara ini adalah sistem hubungan industrial yang menyatu dengan sistem imigrasi," jelas Mark Morey.
"Kita memiliki lebih dari sejuta pekerja yang menggunakan berbagai macam visa. Selama COVID ini, sejumlah pengusaha semakin mengeksploitasi pekerja migran," katanya.
"Jadi sekarang di Australia ada angkatan kerja lapis kedua yang tidak bisa mendapatkan hak-hak mereka," ujar Mark.
Juru bicara FWO yang dihubungi ABC menjelaskan pihaknya menghentikan seluruh kegiatan inspeksi bisnis selama pandemi dan hanya melakukan pekerjaan di kantor.
Sembilan dari 10 iklan lowongan kerja (loker) yang ditulis dalam bahasa asing dan menargetkan pekerja migran di Australia, secara terang-terangan menawarkan gaji di bawah ketentuan upah minimum
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi