Ekuador Temukan Alat Mata-Mata
Jumat, 05 Juli 2013 – 17:47 WIB

Ekuador Temukan Alat Mata-Mata
Alat tersebut ditemukan dua hari sebelum Patino yang dijadwalkan tiba di kedutaan besar tersebut. Patino menyatakan, pihaknya menemukan kecurigaan yang mengindikasikan keterlibatan perusahaan Inggris.
Baca Juga:
Namun, dia tidak menjelaskan secara detail tambahan soal informasi tersebut. CNN yang mencoba mengonfirmasi keterangan tersebut belum mendapat jawaban.
Ekuador adalah negara yang memberikan suaka kepada pendiri WikiLeaks, Julian Assange. Sudah setahun Assange berada di dalam kedubes Ekuador di London. Ancaman penangkapan telah menunggu jika dia meninggalkan gedung tersebut.
Penemuan itu terjadi di tengah perdebatan internasional terkait dengan program pengawasan AS, termasuk laporan bahwa Badan Keamanan Nasional (NSA) memasang alat penyadap di kantor-kantor diplomatik. Selain itu, Ekuador disebut-sebut sebagai negara yang akan menjadi tujuan terakhir suaka Snowden.
LONDON - Penyadapan terhadap kedutaan besar sejumlah negara oleh Amerika Serikat, seperti diungkap mantan anggota CIA Edward Snowden, terbukti. Otoritas
BERITA TERKAIT
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar
- Update Gempa Myanmar: Korban Meninggal Dunia Mencapai 2.800 Orang
- Amerika Bakal Persulit Pemohon Visa yang Suka Menghina Israel di Medsos
- Gempa Bumi Kembali Terjadi di Myanmar Hari Ini
- Korban Tewas Gempa Myanmar Mencapai 2.700 Orang, BNPB Beri Info soal WNI