Elektabilitas Dedi Mulyadi Salip Airlangga Hartarto, Ternyata Ini Sebabnya

Saat ini, kata dia, masyarakat menginginkan pemimpin-pemimpin yang lebih cenderung informal, yang lebih dekat dengan publik.
"Jadi, dia tidak memasang jarak dengan masyarakat dan dia duduk santai duduk lesehan dengan masyarakat. Nah, hal-hal seperti itu tidak tergambar pada sosok Airlangga," tuturnya.
Jamiluddin meminta elite Golkar tak cenderung Airlangga untuk maju sebagai capres. Golkar juga sebaiknya mencari alternatif lain untuk diusung di Pilpres 2024.
Jamiluddin menambahkan Golkar sebaiknya segera melakukan penjaringan internal untuk dijagokan pada Pilpres 2024.
Jika langkah tersebut dilakukan, partai peninggalan Orba ini bakal "bersinar" kembali dan meminimalisasi konflik antarfaksi-faksi yang ada.
"Iya, itu makanya saya bilang, kalau mereka, elite-elite Golkar di DPP, itu masih ngotot (mengusung Airlangga), akan kehilangan momentum," tegas Jamiluddin.(mcr10/jpnn)
Pengamat politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga menilai Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto tidak layak diusung pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Redaktur & Reporter : Elvi Robia
- Tegas! Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Bakal Berantas Knalpot Brong
- Rencana Dedi Mulyadi Sulap Gedung Pakuan Jadi Museum, Alasannya
- Libur Lebaran, Pengelola Wisata Jabar Diminta Maksimalkan Persiapan Infrastruktur Hingga Keamanan
- Dedi Mulyadi Singgung soal Pengelolaan Keuangan Daerah saat Salat Id
- Dedi Mulyadi: Mudik Lebaran 2025 Jauh Lebih Baik Dibandingkan Tahun Sebelumnya
- Dedi Mulyadi Beber Alasan tak Pernah Berkantor di Gedung Sate