Elektabilitas Prabowo-Gibran Stagnan, Charta Politika Ungkap Pilpres Bakal 2 Putaran

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Peneliti Charta Politika Nahrudin mengatakan pilpres 2024 berdasarkan survei yang dilaksanakan pihaknya, sangat sulit terlaksana satu putaran.
"Ada kemungkinan memang dua putaran yang akan terjadi di pilpres kali ini," kata dia saat konferensi pers yang disiarkan secara daring, Minggu (21/1).
Nahrudin mengatakan pemilik elektabilitas tertinggi dalam survei teranyar Charta Politika pada 4-11 Januari 2024, ialah paslon nomor urut dua Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dengan 42,2 persen.
Namun, alumnus Universitas Nasional (Unas) itu menyebut elektabilitas paslon dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu belum pernah menyentuh 51 persen.
Nahrudin, bahkan mengatakan elektabilitas Prabowo-Gibran dari survei yang dilakukan Charta Politika mengalami stagnasi.
"Kecenderungannya ada stagnasi di pasangan Prabowo-Gibran," katanya.
Nahrudin kemudian membeberkan temuan Charta Politika pada 15-21 Desember 2023 menyatakan elektabilitas paslon nomor urut dua 40,4 persen.
Angka itu menanjak 3,4 persen dalam temuan Charta Politika pada 20-27 Desember 2023 dengan 43,8 persen.
Ketua Peneliti Charta Politika Nahrudin mengatakan pilpres 2024 sulit terlaksana satu putaran. Kenapa?
- Jokowi Cawe-Cawe di Pilpres 2024, Bukti Datang dari Prabowo
- Pernyataan Prabowo Menandakan Jokowi Memang Cawe-Cawe saat Pilpres 2024
- Pidato Prabowo Membuktikan Kebenaran Film Dirty Vote
- IDSIGHT: Tingginya Skor Prabowo-Gibran Mencerminkan Keberlanjutan
- Pertamina Tegaskan Komitmen Keberlanjutan di Forum Ekonomi Dunia 2025
- Jelang 100 Hari Pemerintah, Mengenal 'Asta Cita' Prabowo-Gibran