Elnusa Belum Black List Bank Mega
Jumat, 06 Mei 2011 – 05:21 WIB
JAKARTA - PT Elnusa Tbk (ELSA) bakal menempatkan deposito pada lima bank terkemuka. Itu dilakukan untuk menghindari kejadian serupa yang tengah membekap perseroan saat ini. Selain itu, guna memastikan bahwa pihaknya menaruh kepercayaan penuh kepada perbankan nasional. "Ya, untuk berhati-hati saja," ungkap Suharyanto, Direktur Utama PT Elnusa di Jakarta, Kamis (5/5). Meski begitu, manajemen tengah mempertimbangkan menarik sejumlah dana yang ditempatkan dalam bentuk deposito di Bank Mega. Di mana saat ini Elnusa setidaknya telah menarik deposito yang ditempatkan pada Bank Mega KCP Batavia. Hanya saja, nilai nominal deposito yang ditempatkan pada Bank Mega Batavia tidak disebutkan. "Sudah kami tarik untuk yang di Batavia. Kemungkinan ini berlaku penuh untuk Bank Mega," imbuhnya.
Hanya saja, Bank-bank yang dimaksud dalam jajaran lima besar nasional itu tidak disebut secara spesifik. Tetapi, merujuk data Bank Indonesia (BI) 2010, berdasar nilai aset bank itu antara lain Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Central Asia (BBCA), Bank Negara Indonesia (BBNI), CIMB Niaga (BNGA). "Pokoknya bank nasional dengan reputasi bagus," jelas Suharyanto.
Apakah dengan kebijakan itu bisa dikatakan Elnusa mem-blacklist Bank Mega? Suharyanto mengatakan pihaknya belum mengambil keputusan ke arah tersebut. Pasalnya, kebijakan untuk menghakimi sebuah institusi bukan menjadi kewenangan pihaknya. "Jangan begitu (Blacklist, Red) nulisnya. Kami masih berusaha untuk mencari jalan tengah," ucapnya.
Baca Juga:
JAKARTA - PT Elnusa Tbk (ELSA) bakal menempatkan deposito pada lima bank terkemuka. Itu dilakukan untuk menghindari kejadian serupa yang tengah membekap
BERITA TERKAIT
- Prabowo Bakal Bangun Tanggul Raksasa dari Banten hingga ke Jawa Timur
- Pertamina Sebut Tidak Ada Kenaikan Harga Gas LPG 3 Kilogram
- DAMRI Hadirkan Layanan Bandung-Yogyakarta PP, Sebegini Tarifnya
- inDrive Perkuat Komitmennya Terhadap Inovasi dan Pertumbuhan di Indonesia
- Menko Airlangga Dukung Kerja Sama Strategis RI-Emirat Arab di Sektor Energi Dipercepat
- BI Buka Suara soal USD yang Disebut Anjlok di Google