Embargo Senjata Iran Berakhir Oktober, Kelompok Lobi Israel Ketakutan

jpnn.com, WASHINGTON - Dewan Keamanan (DK) PBB pada Jumat malam (14/8) menolak resolusi yang diusulkan oleh Amerika Serikat (AS) untuk memperpanjang embargo senjata terhadap Iran.
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan, kegagalan Dewan Keamanan untuk bertindak tidak bisa dimaafkan.
“Ini menolak resolusi yang masuk akal untuk memperpanjang embargo senjata selama 13 tahun di Iran dan membuka jalan bagi negara sponsor terorisme terkemuka dunia untuk membeli dan menjual senjata konvensional tanpa pembatasan khusus PBB untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade," kata dia dalam sebuah pernyataan.
Pompeo mengatakan AS tidak akan pernah meninggalkan teman-temannya di kawasan yang mengharapkan lebih banyak dari DK PBB. Sebuah sinyal yang tampaknya mengacu pada Israel.
Menurut sumber, resolusi tersebut menghadapi tekanan yang kuat dari Rusia dan Tiongkok, dua anggota DK PBB pemegang hak veto dan sekutu dekat Iran.
Kelompok lobi pro Israel yang kuat di Kongres AS, AIPAC, mengatakan pemungutan suara itu mengancam untuk semakin mengguncang kawasan itu dan bertentangan dengan kepentingan keamanan AS serta sekutunya.
Washington memperkenalkan resolusi yang direvisi ke DK PBB setelah draf sebelumnya tidak mendapat dukungan dari anggota, termasuk sekutu AS.
Presiden Iran Hasan Rouhani memperingatkan konsekuensi jika DK menerima resolusi tersebut.
DK PBB pada Jumat malam (14/8) menolak resolusi yang diusulkan oleh Amerika Serikat (AS) untuk memperpanjang embargo senjata terhadap Iran
- Prabowo Kirim Tim Lobi ke AS untuk Negosiasi Tarif Impor Donald Trump
- Ekonom Ungkap Komoditas yang Bakal Terdampak Kebijakan Tarif Trump
- Tornado Menyapu Amerika, 55 Juta Jiwa Terancam
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Renovasi Rumah
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen