Empat Kabupaten di Jatim Masuk Kategori Merah Terkait Stunting

“Jawa Timur menjadi kontributor utama dari penurunan stunting secara nasional jika semua kalangan bertekad dan berjuang bersama-sama untuk mengatasi persoalan yang masih ditemui di lingkungan."
"Saya yakin Jawa Timur bisa, karena pemerintah pusat secara serius menangani persoalan stunting dari sektor hulu hingga hilir," ujar Hasto dalam keterangannya, Selasa (2/3).
Menurut Hasto, peran pemerintah daerah, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten dan kota, kecamatan, kelurahan hingga desa harus digerakkan untuk menurunkan angka stunting di masyarakat.
Hasto menyatakan pandangannya pada sosialisasi Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting Indonesia (RAN PASTI) yang digelar BKKBN di Surabaya, Rabu (2/3).
BKKBN merupakan lembaga yang diberi tugas oleh Presiden Jokowi sebagai pengendali pencegahan stunting di tanah air.
BKKBN dengan 200 ribu tim pendamping keluarga yang terdiri dari unsur bidan, PKK dan kader KB atau kader pembangunan lainnya telah ada di Desa.
Dengan demikian jumlah ini setara dengan 600 ribu orang.
Mereka akan dilatih dan mendampingi calon pengantin atau calon pasangan usia subur, ibu hamil, Ibu dalam masa interval kehamilan, serta anak usia 0-59 bulan.
Sebanyak empat kabupaten di Jawa Timur masuk kategori merah terkait stunting, perlu perhatian serius.
- Si Melon PIK2 Bantu Warga Teluknaga Melawan Stunting
- Sido Muncul Berikan Bantuan Rp 425 Juta untuk Anak Terduga Stunting di Jonggol
- Dinsos P3AP2KB Kabupaten Kudus Andalkan DMS Cazbox by Metranet untuk Atasi Stunting
- Zakat dan Harapan bagi Generasi Bebas Stunting
- Program MBG di Bogor Dimulai, Upaya Baru Tekan Stunting
- Lewat Cara ini BRI Life Turut Berkontribusi Percepatan Pengentasan Stunting di Marunda