Empat Mahasiswa Indonesia di Australia Pernah Bunuh Diri, Apa yang Bisa Dicegah?

Menurutnya kasus seperti ini tidak hanya dialami mahasiswa asal India, tetapi juga mahasiswa Malaysia dan Singapura.
Sebelumnya mereka mampu untuk terbuka soal hubungan sesama jenis saat tinggal di Austrlalia, tetapi mereka tidak dapat mengungkapkan hal ini kepada keluarga.
Dalam banyak kasus, pernikahan sudah diatur di rumah oleh keluarga, yang tidak bisa mereka tolak, sama sekali.
"Setelah diterima sebagai gay secara terbuka di sini, mereka di akhir visa pelajar mereka - harus mempertimbangkan untuk kembali ke rumah," katanya.
'Kesalahan diagnosa picu bunuh diri'

Laporan koroner membandingkan antara mahasiswa internasional dengan mahasiswa lokal.
Mereka menemukan mahasiwa internasional memiliki "keterlibatan yang lebih rendah dengan layanan kesehatan mental".
Tak hanya itu tingkat penyakit mental yang didiagnosis di antara mahasiswa kelahiran Australia empat kali lebih tinggi dibandingkan mahasiswa internasional.
Kemungkinan mengapa mahasiswa internasional tidak mengakses perawatan kesehatan mental adalah perbedaan budaya, keuangan dan bahasa.
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana