Enam Meninggal, 15 Ribu Jiwa Mengungsi
Jumat, 18 Januari 2013 – 04:36 WIB
Dari seluruh ancaman penyakit itu, Tjandra mengaakan ancaman serius yakni diare, demam berdarah, dan leptospirosis. Khusus soal diare, Tjandra mengatakan potensinya meningkat karena umumnya selama dan setelah banjir mereda pasokan air bersih sangat minim.
Selanjutnya untuk ancaman penyakit demam berdarah bisa muncul setelah banjir mulai susut. Biasanya setelah banjir susut, banyak genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk aedes aegypti penyebar penyakit demam berdarah. "Setelah banjir surut, harus segera digalakkan 3 M," ucap Tjandra.
Terakhir terkait keberadaan wabah leptospirosis. Tjandra menuturkan penyakit ini ditimbulkan oleh bakteri leptospira. Penyakit ini masuk kategori zoonosis, karena ditularkan melalui perantara hewan. Di Indonesia hewan perantara penyakit ini adalah tikus. Sebagaimana di ketahui, keberadaan tikus di Jakarta lumayan banyak terutama tikus got.
Sementara itu persiapan gerakan tanggap darurat juga disiapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Mendikbud Mohammad Nuh kemarin bersama Presiden SBY menaiki perahu menyusuri sejumlah titik kawasan banjir.
JAKARTA - Ibu Kota kemarin lumpuh. Hujan deras yang mengguyur sejak Kamis (17/1) dini hari menimbulkan banjir di berbagai wilayah. Kondisi itu diperburuk
BERITA TERKAIT
- Gerakan Guna Ulang Jakarta, Edukasi Mengurangi Pemakaian Plastik Sekali Pakai
- Fasilitas Makin Lengkap, Triboon Hub Tambah 2 Resto Baru di Jakarta
- Durasi Pemadaman Lampu Program Earth Hour Terlalu Singkat
- Di Tengah Sosialisasi Tupoksi kepada Warga, MKD DPR RI Singgung Pelat Nomor Khusus
- Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia, Warga Bekasi Diminta Kibarkan Bendera Setengah Tiang
- Anies Bangun Kampung Gembira Gembrong dengan Dana Rp 7,8 Miliar dari Infak Salat Id di JIS