Enam Parpol Ini Terancam Tak Lolos PT Empat Persen

jpnn.com, JAKARTA - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menggelar survei untuk melihat elektabilitas partai politik jelang Pemilu 2019.
Hasilnya, tiga partai politik berada di urutan teratas yakni PDI Perjuangan (22,1 persen), Partai Golkar (15,8 persen) dan Partai Gerindra (15,2 persen).
Urutan berikutnya terdapat Partai Kebangkitan Bangsa (7,2 persen), Partai Demokrat (5,4 persen) dan PKS (4,2 persen).
Menurut peneliti LSI Denny JA Rully Akbar, hasil survei juga menunjukkan elektabilitas empat parpol di bawah angka parliamentary threshold (PT) 4 persen. Namun, ketika ditambah margin of error 2,9 persen, masih lolos PT.
Keempat parpol dimaksud yaitu PPP (3,8 persen), Perindo (3,1 persen), NasDem (3 persen) dan PAN (2,1 persen).
"Berbeda dengan enam parpol lain, elektabilitasnya di bawah satu persen. Walau ditambah margin of error 2,9 persen, tetap tak lolos PT. Namun masih ada swing voters 16,6 persen. Artinya, tanpa usaha ekstra enam parpol terancam tak lolos PT 4 persen,” ujar Rully di Jakarta, Rabu (25/7).
Keenam parpol dimaksud, PSI (0,6 persen), Partai Garuda (0,4 persen), Hanura (0,2 persen). Kemudian Partai Bulan Bintang, PKPI dan Partai Berkarya masing-masing 0,1 persen.
Survei dilaksanakan pada 29 Juni hingga 5 Juli, melibatkan 1.200 responden. Survei menggunakan sistem multistage random sampling, dengan margin of error 2,9 persen.(gir/jpnn)
Menurut peneliti LSI Denny JA Rully Akbar, hasil survei juga menunjukkan elektabilitas partai politik di bawah angka parliamentary threshold (PT) 4 persen.
Redaktur & Reporter : Ken Girsang
- Hasil Survei Cigmark Tentang Ketua Wantimpres, Setia Darma: Jokowi Cocok dan Layak
- Evaluasi Semester I Pemerintahan Prabowo – Gibran, Panca Pratama: Publik Merasa Puas
- Hasil Survei Rumah Politik Indonesia: Mayoritas Publik Menilai Jokowi Layak Jadi Ketua Wantimpres RI
- Civil Society For Police Watch Merilis Hasil Survei Tentang Urgensi Digitalisasi Kepolisian, Hasilnya?
- PSI Perorangan: Langkah Modernisasi Partai dan Loyalitas pada Jokowi
- Aktivis Muda: Kritikan Konstruktif Perlu untuk Beri Masukan Kepada Pemerintah