Era Digital, Perpustakaan Harus Bertransformasi

Dengan adanya sinergi dan integrasi ini akan menghasilkan efisiensi dalam anggaran pengadaan koleksi perpustakaan. Selain itu, koleksi perpustakaan juga dapat diakses lebih luas.
Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarief Bando pada kesempatan ini mengatakan, integrasi dan sinergi antara Perpustakaan Nasional dengan perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia sangat penting dalam proses transfer ilmu demi kemajuan bangsa. Dengan integrasi dan sinergi, kompilasi jutaan koleksi Perustakaan Nasional dan perpustakaan perguruan tinggi dapat dinikmati dan di akses lebih luas lagi para pencari ilmu.
Sementara Guru Besar IT Perbanas Eko Indrajit mengatakan perpustakaan di era digital harus mampu bertransformasi jika ingin relevan dengan zaman.
Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat koleksi buku dan sumber referensi, tapi sebagai sumber ilmu pengetahuan.
Saat ini perpustakaan berangsur menjadi tempat berinteraksi dengan komunitas sosial serta working space tempat tumbuhnya inovasi baru.
Eko juga menggambarkan bagaimana transformasi perpustakaan di era digital, mulai dari mobile library, library on the wall, hybrid library, hingga perpustakaan dalam game. (esy/jpnn)
Di era digital, perpustakaan di perguruan tinggi harus beradaptasi serta berevolusi sehingga tidak terlindas perubahan zaman.
Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad
- Forum ITUC-Asia Pacific: Delegasi Indonesia Dorong Perlindungan Pekerja di Era Digital
- Bos Indodana Finance Berbagi Tips Mengelola Keuangan dengan Bijak
- Inilah 7 Sub-Bidang Ilmu dari Kampus di Indonesia Masuk Top 100 Dunia
- Komisi VI DPR Apresiasi Langkah Strategis Telkom Perkuat Ekosistem Data Center Indonesia
- Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Libatkan Mahasiswa dari 44 Perguruan Tinggi untuk Kembangkan Potensi Desa
- Bigbox AI dari Telkom: Solusi Data Crawling untuk Bisnis di Era Digital