Eri Cahyadi Punya Sebuah Rencana Besar, Mungkin Enggak ya Terwujud?

"Kalau sudah begitu, maka anak-anak saya di Surabaya mau masuk negeri senang dan mau masuk swasta ya senang, karena antara SD dan SMP yang sembilan tahun merupakan tanggung jawab saya," katanya.
Eri menyebut apabila masih ada anak SD dan SMP yang menyampaikan sekolahnya jelek dan tidak nyaman, maka itu tanggungjawab Pemkot Surabaya.
Meski begitu, dia menyampaikan harus ada kesepakatan bersama antara sekolah negeri dan swasta, terutama jika muncul sekolah baru.
Kira-kira sampai tahun berapa yang harus dibangun dan sekolah di mana saja yang harus dibangun pada anggaran berikutnya.
Sebab, kata dia, tidak mungkin ditanggung semua dalam satu tahun anggaran.
"Jadi, kita harus punya timeline itu. Kalau sudah terbuka semuanya seperti ini, saya yakin konco-konco bisa mengerti."
"Makanya, kalau guru negeri dan swasta kumpul bareng dan ada tawa ceria dan renyah, maka itu berarti sudah ada kebersamaan. Saya yakin MKKS negeri dan swasta itu bisa bersatu," pungkas Eri.(Antara/jpnn)
Wali Kota Surabaya punya sebuah rencana besar, mungkin enggak ya dapat segera terwujud?
Redaktur & Reporter : Ken Girsang
- Dukung SRRL, Pemkot Surabaya Bakal Bangun Flyover dan Underpass
- Guru PPPK Mengajar di Sekolah Swasta? Oh, yang Negeri Masih Kekurangan
- Pemkot Tangsel Bakal Menindak Tegas Pungli di Sekolah
- Ini Solusi Wali Kota Agustina untuk Anak Kurang Mampu yang Tak Diterima di Sekolah Negeri
- Info Terbaru soal Penempatan Guru PPPK 2024, Penting
- Senator Abraham Liyanto: Segera Implementasikan Guru PPPK Dapat Mengajar di Sekolah Swasta