Erick Thohir Bantah Pemindahan Ibu Kota Pengalihan Isu
Erick tidak setuju kalau masing-masing presiden tidak memikirkan cetak biru masa depan bangsanya. Erick mengatakan, sesuatu yang sudah dilakukan dengan baik oleh presiden-presiden sebelumnya harus diakui. "Zaman Pak Harto ada yang namanya repelita (rencana pembangunan lima tahun). Apakah repelita salah? Tidak, itu harus kembali kita sama-sama akui," jelasnya.
Erick menegaskan, tidak mungkin bangsa menjadi besar kalau tak mengingat sejarah-sejarah sebelumnya. "Kita tidak mungkin jadi bangsa besar kalau hanya melihat pemimpin-pemimpin sebelumnya hanya (soal) keburukannya saja. Pasti banyak yang bagusnya," katanya.
Nah, Erick menegaskan, cetak biru bangsa harus disepakati bersama-sama. "Siapa pun presidennya, selama blueprint-nya bagus, kan jadi positif," ujar Erick. (boy/jpnn)
Erick Thohir menepis tudingan bahwa rencana Presiden Jokowi memindahkan ibu kota dari Jakarta ke luar pulau Jawa hanya untuk pengalihan isu.
Redaktur & Reporter : Boy
- Bukan 2 Dekade, Hanya Butuh 2 Era Ketum PSSI Indonesia Bisa Tembus Ranking 123 FIFA
- Doa Ketum PSSI Mengiringi Perjuangan Timnas Indonesia di Piala Asia U-17 2025
- Simak Penilaian Gibran tentang Didit Prabowo, Begini
- Lihat yang Dilakukan Gibran saat Mudik ke Solo, Paten!
- Pak Luhut Sudah ke Rumah Jokowi di Hari Pertama, Ada Kompol Syarif
- Erick Thohir Bersama Legenda Belanda Mulai Membicarakan Program Pembinaan Pemain